Saksi Kunci Rani Kenal Banyak Jaksa
Polisi terus bekerja keras mengungkap motif utama pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Penyidik kemarin (7/5) tidak memeriksa Antasari, namun berusaha melengkapi berkas dengan memeriksa pelaku lain. Terutama, mencari tahu posisi Antasari saat eksekusi terjadi tanggal 14 Maret lalu. “Sedang didalami, saat kejadian terjadi apa yang dilakukan tersangka AA dan dimana posisi pastinya,” ujar seorang polisi yang menangani kasus ini. Peristiwa penembakan Nasrudin terjadi usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu 14 Maret 2009. Saat Nasrudin Meregang nyawa, Antasari Azhar diketahui sedang cuti pribadi. “Pak Antasari dari 8 sampai 15 Maret 2009 beliau cuti untuk urusan pribadi. Saat itu, saya ditunjuk sebagai plh,” ujar Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah saat rapat kerja di DPR kemarin. Chandra ditanya anggota DPR soal kepemimpinan KPK saat salah satu komisionernya cuti.
Setiap kali Antasari cuti, selalu ditunjuk pelaksana harian (plh) yang menggantikan tugasnya sebagai ketua. Selain tanggal itu, Antasari juga diketahui menjalani umrah pada 7 sampai 17 Juli 2008. Lalu pada 22 – 26 Juli 2008 melakukan dinas ke Vietnam. Pada 2 sampai 8 Desember ke London, dan pada 17 sampai 21 Desember cuti untuk bertemu FBI di Amerika Serikat. Data aktivitas Antasari pada minggu maut menjelang Nasrudin memang sudah dikantongi penyidik. Namun, masih diperlukan pendalaman-pendalaman. “Kita akan membuka data SMS pada tanggal-tanggal itu,” ujar penyidik. Bisa jadi, alasan cuti pribadi itu juga digunakan sebagai alibi tersangka agar lolos dari jeratan hukum. “Kita akan pastikan apakah ada laporan eksekusi berhasil dituntaskan atau tidak. Jika AA merupakan otak, maka tentu dia akan mendapat laporan kalau misi sukses walaupun itu bisa dilakukan dengan cara yang aman,” katanya.
Polisi juga akan mengkonfrontir Antasari dengan Sigid Haryo Wibisono dan Kombes Wiliardi Wizar. “Nanti, ada rencana itu. Akan dipertemukan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan di Polda Metro Jaya kemarin. Pemeriksaan terhadap tersangka lain juga mengarah pada asal muasal senjata api. “Sedang diuber yang jual senjata,” ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji. Senjata jenis revolver kaliber 38 itu ditemukan penyidik di sebuah rumah di Tebet, Jakarta Selatan. Dari enam peluru, dua sudah ditembakkan sedangkan empat butir masih tersimpan disenjata. Polisi juga menemukan fakta bahwa Antasari sering bertemu dengan Nasrudin di kantor KPK. Sopir Nasrudin, Suparmin pernah mengakui kalau bosnya sebelum meninggal, sudah lima kali bertemu di kantor yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan. Polisi sudah menjadwalkan penggeledahan terhadap ruang kerja Antasari Azhar. Namun, hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, belum dilakukan.
Pengacara Antasari Azhar, yakni Maqdir Ismail tidak membantah kliennya cuti saat peristiwa penembakan terjadi. “Beliau sedang mencarikan anak keduanya kuliah di Australia,” ujar Maqdir saat dihubungi tadi malam. Menurut pengacara alumni Fakultas Hukum UII itu, Antasari selama seminggu penuh berada di negeri Kanguru. Antasari saat itu akan mencarikan apartemen untuk anaknya yang alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw) itu. “Kalau Anda tidak percaya, silakan cek ke imigrasi saja,” kata Maqdir.
Salah satu saksi kunci pembunuhan itu, Rani Yuliani, hingga kemarin masih diamankan polisi. Mereka menganut sistem perlindungan berpindah-pindah. Sebab, tanpa Rani, motif utama kasus ini akan sulit terungkap. Caddy lapangan golf Padang Modernland itu diketahui juga mengenal banyak jaksa. Termasuk kolega Antasari di Kejaksaan Agung (Kejagung). “Saya dengar Rani biasa melayani antara lain beberapa orang kejaksaan yang pangkatnya lebih tinggi dari Antasari,” kata kuasa hukum Antasari, M Assegaf. Antasari mengaku mengenal Rani sejak masih bekerja di Kejaksaan Agung sekitar awal 2007. Jabatan terakhir Antasari di Kejagung adalah Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum. Saat dikonfirmasi, pihak Kejagung enggan mengomentarinya. Alasannya, hal itu sudah di luar wilayah tugas jaksa. “Tidak ada hubungannya dengan golf. Jaksa adalah penegak hukum,” elak Jasman Panjahitan, kepada Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, tadi malam. Terkait penuntasan perkara ini. Jaksa Agung Hendarman Supanji menjamin tidak ada pengistimewaan. “Perlakuan kita lihat pad perbuatan, bukan status. Perlakuan ke Antasari sama dengan yang lain,” kata Jaksa Agung Hendarman Supanji usai rapat koordinasi pemilu di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin.
Lanjut =>