Flu Singapura Bukan Penyakit Mematikan.
21 April 2009 Leave a comment
BOOM BARU - Mungkin penyakit jenis ini masih asing di telinga warga Palembang. Hanya saja, penyakit flu Singapura yang awalnya ditemukan pertama kali di Singapura, sejak beberapa hari terakhir ini sudah merebak sampai ke Indonesia. Meski begitu, penyakit flu Singapura tak sampai menyebabkan kematian bila secepatnya ditangani oleh paramedis.
Penyakit yang disebabkan oleh virus enterovirus coxsackie A16 dapat menyerang siapa saja dengan kondisi tubuh lemah. Gejala awal penderita penyakit ini yaitu suhu badan 39 – 40 derajat Celcius yang disertai dengan munculnya bintik merah di sekitar kulit dengan rasa gatal pada bintik merah tersebut,” ujar dr Danny Husni Nur Hakim, direktur RS Pelabuhan Palembang.
Meski dapat menular dengan cepat melalui cairan tubuh dan udara, penyakit ini tak menyebabkan kematian bila dilakukan pengobatan sedini mungkin. “Anak-anak merupakan yang paling mudah tertular penyakit flu Singapura. Akan tetapi orang dewasa juga dapat terkena bila kondisi tubuh dalam keadaan tidak fit 100 persen,” jelasnya. Hanya saja, begitu penyakit ini menular diharapkan warga untuk membawa penderita penyakit ini ke puskesmas ataupun rumah sakit terdekat. “Bila tidak ditangani dengan serius, penyakit akan menular ke orang lain,” terangnya.
Setelah tujuh hari dari tertularnya virus ini, akan sembuh dengan sendirinya, dengan catatan pasien tersebut selalu mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi dan menjaga kondisi tubuh.
“Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan obat turun panas, obat batuk dan pilek. Tapi bila gejala tersebut mengarah pada infeksi dan pengentalan pada air liur maka pasien tersebut harus diberi obat antibiotik,” bebernya. Karena itu, bagi masyarakat juga diharapkan untuk tak panik bila ada anggota keluarganya yang menderita flu Singapura. “Penyakit ini tidak mematikan sebagaimana penyakit flu burung atau avian influenza (AI),” pungkasnya. (mg23)
Sumatera Ekspres, Senin 20 April 2009.












Komentar: