Chikungunya Bayangi Warga.
10 April 2009 Leave a comment
MARTAPURA – Warga yang bermukim di Kecamatan Madang Suku III, OKU Timur perlu meningkatkan kewaspadaannya. Di daerah tersebut belum aman dari serangan chikungunya. Terlebih, kondisi cuaca yang kurang bersahabat menambah leluasanya nyamuk bersarang.
Sekedar mengingatkan, warga Batumarta Unit VI Blok D dan E, Batumarta Unit VII dan VIII, banyak diserang penyakit chikungunya. Hingga saat ini, penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ini masih dialami warga.
Sejumlah warga mengaku cukup cemas dengan kondisi saat ini. “Kami tak tahu mengapa penyakit ini terus menyerang. Padahal, kami selalu melakukan antisipasi dini,” terangnya.
Langkah yang dilakukannya, sesuai saran petugas kesehatan. Yakni menjaga pola makan, kebersihan diri dan lingkungan. “Kemungkinan faktor lingkungan kerja, umumnya warga yang bermukim di Batumarta berprofesi petani karet yang saban hari pergi ke kebun,” cetusnya.
Camat Madang Suku III OKUT Drs Dwi Supriyanto membenarkan jika sebagian warganya masih ada yang terserang sakit chikungunya. “Upaya penanggulanan terus dilakukan. Kemungkinan, faktor lingkungan kerja sebagai penyebab utama warga terjangkit penyakit ini,” terangnya, kemarin.
Kadinkes OKUT dr HM Farid Fairuzi MKes mengungkapkan, Dinkes dengan melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat telah melakukan penyemprotan untuk memusnahkan penyebaran nyamuk. “Gejala yang timbul pertama kali adalah kondisi tubuh melemah, demam serta adanya rasa nyeri pada persendian,” terangnya.
Farid meminta warga yang berdampingan dengan perkebunan khususnya karet menjaga kebersihan lingkungan. “Rajin melakukan pengasapan untuk mencegah masuknya nyamuk,” katanya. (45)
Penyakit chikungunya :
1. Terjadi akibat gigitan nyamuk.
2. Gejala serangan, kondisi tubuh lemah, demam dan rasa nyeri di persendian.
3.
Pencegahan :
a. Lakukan penyemprotan atau pengasapan.
b. Menjaga kebersihan lingkungan.
c Menjaga pola makan.
Sumatera Ekspres, Jumat, 10 April 2009.












Komentar: