Al-Qur’an Adalah Mu’jizat Nabi Muhammad SAW Yang Abadi.
9 April 2009 Leave a comment
Beberapa Nabi mendapatkan mu’jizat yang spesial. Tapi dari semua mu’jizat yang turun ke bumi, hanya mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang paling spesial. Hikmah Allah yang azali telah berjalan untuk menguatkan para Nabi dan Rasul-Nya yaitu dengan beberapa mu’jizat yang nampak, dalil-dalil tanda-tanda yang nyata, serta hujjah dan alasan rasional yang menyatakan bahwa mereka adalah benar dan mereka adalah para Nabi dan Rasul Allah SWT.
Allah SWT mengistimewakan Nabi kita Muhammad SAW dengan bekal mu’jizat yang luar biasa yaitu Al-Qur’anul Karim, ia adalah Nur Ilahi dan wahyu samawy yang diletakkan ke dalam lubuk hati Nabi-Nya sebagai Quranan ‘Arabiyyan (bacaan berbahasa Arab) yang mulus dan lempeng, ia membacanya sepanjang malam dan siang. Dengannya ia dapat menghidupkan semangat generasi dari bahaya kemusnahan, dari generasi yang sudah punah menjadi generasi yang hidup kembali dengan pancaran sinar Al-Qur’an dan menunjunginya dengan jalan yang teramat lurus serta membangkitkannya kembali, dari lembah kenistaan menjadi ummat yang terbaik yang ditampilkan untuk ikatan seluruh manusia.
Allah menegaskan dengan firmannya:

Artinya: “Dan apakah orang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap-gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 122)
Al-Qur’an telah membangkitkan ummat memperbaharui masyarakat, dan menyusun generasi yang belum pernah tampil dalam sejarah, ia menampilkan orang Arab dari kehidupan sebagai pengembala unta dan kambing menjadi pemimpin bangsa-bangsa, yang dapat menguasai dunia bahkan sampai kepada negeri-negeri yang begitu jauh mengenalnya. Kesemua itu berkat Al-Qur’an sebagai mu’jizat (Muhammad) penutup para Nabi dan Rasul.
Arti Kemu’jizatan Al-Qur’an
Mu’jizat adalah sesuatu yang sangatlah spesial. Hanya Allah SWT yang dapat melakukannya melalui Kebesaran yang dimiliki-Nya. I’jaz (kemu’jizatan) dalam bahasa Arab adalah mensbatkan lemah kepada orang lain. Allah berfirman:

Artinya: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, kalau aku dapat mengubur mayat saudaraku ini.” (Al-Maidah: 31)
Mu’jizat dinamakan mu’jizat (melemahkan) karena manusia lemah untuk mendatangkan sesamanya, sebab mu’jizat berupa hal yang bertentangan dengan adat, keluar dari batas-batas faktor yang telah diketahui. I’jazul Qur’an (kemu’jizatan Al-Qur’an) artinya: “Menetapkan kelemahan manusia baik secara berpisah-pisah maupun berkelompok, untuk bisa mendatangkan sesamanya.” Dan yang dimaksud dengan kemu’jizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia yang sebenarnya, artinya memberi pengertian kepada mereka dengan kelemahannya untuk mendatangkan sesama Al-Qur’an, karena hal itu telah dimaklumi oleh setiap orang yang berakal, tetapi maksudnya adalah untuk menjelaskan bahwa kitab ini hak, dan Rasul yang membawanya adalah Rasul yang benar. Begitulah semua mu’jizat Nabi-nabi dimana manusia lemah untuk menandinginya.
Tujuannya hanya untuk melahirkan kebenaran mereka, menetapkan bahwa yang mereka bawa adalah semata-mata wahyu dari Dzat Yang Maha Bijaksana, dan diturunkan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka hanyalah menyampaikan risalah Allah dan tiada lain tugasnya hanya memberitahukan dan menyampaikan. Oleh karena itu mu’jizat adalah dalil-dalil dari Allah SWT kepada hamba-Nya untuk membenarkan Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi. Dengan perantara mu’jizat ini, seolah-olah Allah bersabda: “Benar hamba-Ku dalam hal yang ia sampaikan dari Aku, dan Aku mengutusnya agar ia menyampaikan sesuatu kepadamu.”
Sedangkan dalil atas kebenarnya adalah dengan cara menjalankan hal-hal yang bertentangan degan adat pada tangan Rasul, dimana tak seorangpun diantara kamu yang bisa mendatangkan sesamanya, dan sesuatu hal yang di luar kemampuan manusiauntuk bisa menjalankannya dalam hal seaneh ini. Itulah arti melemahkan dan itu pula pengertian mu’jizat.
Pustaka Islam, Abatasa.com













Komentar: