MARTAPURA – Hujan deras yang mengguyur Martapura dan sekitarnya, kemarin (30/3), berdampak meluapnya air Sungai Komering dan Sungai Mekahak. Akibatnya sejumlah rumah penduduk tergenang air dengan ketinggian hingga 50 cm.
Pantauan koran ini, daerah yang tergenang air terjadi di Desa Mekahak, Kecamatan Martapura, OKUT. Air terus naik seiring arus yang berasal dari hulu sungai. Meski kondisi rumah warga tergenang, namun tak membuat pemilik rumah cemas. Bahkan, mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Asisten II Setda OKUT Bidang Pembangunan, Drs H Revai Raila mengatakan, genangan air yang diakibatkan hujan bersifat temporer. “Atau bersifat sesaat. Jika air terus mengalir, secara otomatis kondisi bagian hulu mulai surut. Jika itu yang terjadi, warga tak perlu cemas. Sebab, hanya bersifat temporer saja,” terangnya.
Banjir juga terjadi di Lahat. Hujan yang turun seharian ditambah rusaknya Saluran Air Pembuangan Limbah (SPAL) dibeberapa wilayah seperti di Jl Letnan Marzuki membuat air banjir dan limbah masuk ke perkarangan rumah. Pantauan dilapangan, kondisi bangunan siring SPAL ambruk ke arah pekarangan rumah warga sepanjang 8 meter.
Banjir juga terlihat di Kelurahan Bandar Agung, tepatnya Perumahan Tiara dan Komplek Perumahan Pekerjaan Umum (PU). “Daerah ini hampir menjadi langganan di saat musim hujan datang,” ungkap Pian (20) warga Komplek PU. (45/mg25)
Lokasi banjir :
Di OKUT :
– Di sepanjang aliran Sungai Komering dan Mekahak.
– Banjir bersifat temporer.
Di Lahat:
- Jl Letnan Marzuki, akibat SPAL ambruk.
- Kelurahan Bandar Agung.
- Perumahan Tiara dan Perumahan PU.
Sumatera Ekspres, Selasa, 31 Maret 2009.













