Buaya Muncul Lagi.

Pada Malam dan Pagi Hari

BANYUASIN Masih ingat keganasan buaya Sungai Batanghari Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau? Buaya yang panjangnya 6 m hingga 7 m ini ternyata masih kerap berkeliaran di aliran Sungai Batanghari. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan ekor. Mereka menampakkan diri pada pagi dan malam hari.

Saiyah (46) warga Desa Penuguan Kecamatan Pulau Rimau, mengaku sering melihat reftil raksasa ini berkeliaran. “Sabtu (14/3) lalu sekitar pukul 09.00 WIB, kami melihat buaya 6 meter muncul kepermukaan. Kejadian ini bukan yang pertama, mereka sering menampakkan diri ke permukaan air,” katanya.

Tak hanya buaya dewasa, warga Desa Penuguan pun kerap menangkap anak buaya yang terjerat tali nelayan. “Oleh warga, anak buaya dijual Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per ekor,” katanya.

Diakuinya, rasa takut memang ada dengan kemunculan buaya tersebut, apalagi anak-anak sering mandi di sungai. “Tapi karena sudah terbiasa kami tak heran lagi. Biasanya buaya muncul, anak-anak tak ada yang mandi di sungai,” jelasnya.

Buaya ini tak pernah mengganggu warga Desa Penuguan. “Setiap tahun warga selalu melakukan ritual (sedekah bumi, red) berupa ayam, itik, telur dan ternak lainnya,” tuturnya.

Iskandar, warga Desa Penuguan mengatakan, jumlah buaya di sekitar aliran sungai sangat banyak. Umumnya buaya muncul kepermukaan air untuk mencari makan atau berjemur. “Kalau takut pasti ada mas, karenanya kalau memungkinkan pemerintah dapat menangkap buaya tersebut,” harapnya.

Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed didampingi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Ir Hasanuddin di sela-sela penanaman perdana kelapa sawit di PT Hindoli Desa Mukut mengatakan, buaya merupakan satwa yang harus dilindungi. “Kita akan berkoordinasi dengan BKSDA Sumsel untuk penangkaran buaya tersebut,” jelasnya.

Umumnya, buaya kerap menyerang penduduk kalau merasa terusik. “Saya imbau, masyarakat tak mengusik habitat buaya. Seperti menebang kayu atau sengaja menangkap buaya untuk diperjualbelikan,” tuturnya. (32)

Sumatera Ekspres, Senin, 16 Maret 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s