Kesurupan, saat Doa dan Yasinan Bersama.

PALEMBANG Puluhan pelajar SMA Arinda, Jl Angkatan 45, kembali kesurupan. Sebagian besar adalah murid perempuan. Kejadian berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, kemarin (3/3). Tepatnya, usai pelaksanaan doa dan Yasinan bersama yang digelar dihalaman depan sekolah.

Awalnya, suasana doa bersama oleh para pelajar non muslim dan Yasinan bersama oleh murid beragama Islam di sekolah itu, berjalan lancar. Namun, mendekati akhir acara, salah seorang siswi kembali kesurupan.

Ia menangis dan berteriak histeris. Kondisi ini memicu terulangnya kejadian selama empat hari terakhir. Tak bisa dicegah, satu persatu siswi yang ada di bawah tenda acara mengalami hal serupa. Mereka menangis, berteriak histeris dan ada pula yang pingsan. Jumlahnya lebih dari 20 pelajar. Terulangnya kembali kejadian ini membuat para dan ratusan murid lainnya panik.

“Kami angkat yang kesurupan ke dalam kelas untuk dipisahke dari kawan-kawan lain Kak. Takut yang lain keno jugo,” ujar salah seorang siswa. Dari siswa ini, diketahui kalau siswi yang kesurupan diperkirakan sekitar 20 orang. Tak hanya ruang kelas, ruang guru dan sebagian ruang di gedung serbaguna terpaksa digunakan untuk menenangkan murid yang kesurupan.

Sebagian lagi, terpaksa dibawa ke lapangan depan kantor guru. Mereka berusaha disadarkan dengan bantuan sejumlah “orang pintar.” Kejadian ini didengar para orangtua murid. Mereka berduyun-duyun datang ke sekolah untuk mencari anaknya dan mengajak mereka pulang ke rumah agar tidak ikut kesurupan.

“Pak, aku nak masuk. Anak aku di dalem,” cetus salah seorang ibu rumah tangga. Saat itu, pagar besi di gerbang depan sekolah dikunci. Dalam kepanikan, pihak sekolah mengambil keputusan untuk menyuruh pulang murid lainnya yang tidak terkena kesurupan. Hanya murid-murid yang kesurupan saja yang tersisa di sekolah. Ditambah sejumlah murid non muslim yang sedang mengikuti doa bersama di salah satu ruang gedung serbaguna sekolah tersebut.

Wakil Kepala Sekolah SMA Arinda, Darmin menjelaskan, mulai hari ini kegiatan belajar mengajar seluruh murid SMA Arinda diliburkan terlebih dahulu. “Mungkin tidak terlalu lama, liburnya sampe sekitar 2-3 hari ke depan. Kita telah minta bantuan orang pintar untuk mengupayakan agar tidak kejadian lagi,” tukasnya.

Namun, dari Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi M Syihab diketahui kalau para siswa SMA Arinda diliburkan hingga Sabtu. Mereka masuk kembali Senin mendatang. “Dari hasil rapat dengan pihak sekolah, Poltabes Palembang dan beberapa tokoh agama dan perwakilan wali murid diambil kesimpulan para siswa kemungkinan baru masuk Senin mendatang,” tuturnya. Dia menambahkan, dalam beberapa hari ini, akan dilakukan ‘operasi ghost buster’ disekolah tersebut. Bentuk pelaksanaan ‘pembersihan’ belum fix seperti apa, termasuk kapan pelaksaannya. Tampak ikut membantu menyadarkan para siswi yang kesurupan di antaranya ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel ustadz Drs H Umar Said, Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Habib Mahdi, dan sejumlah tokoh Islam lainnya.

Bertambah banyaknya murid yang kesurupan memaksa Kombes Pol Lucky Hermawan MSi turun tangan kelapangan. Ia didampingi Kasatreskrim Kompol Kristovo Arianto SIk, Kasat Lantas Kompol Joko Setiono SH, Kabag Binamitra Kompol Zaleha, Kapolsek IB I AKP Gusti Maychandra Lesmana dan jajarannya. (46/mg21/mg18)

Baca Juga Fenomena Ini Teguran.

Sumatera Ekspres, Rabu, 4 Maret 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s