PALEMBANG - Kecelakaan kapal motor sungai (KMS) kembali terjadi di perairan Sungai Musi. Kemarin (30/3) sekitar pukul 02.15 WIB, KMS Muzdalifah, tenggelam di perairan Sungai Musi, tepatnya di Dermaga Sei Lais.
KMS dengan nakhoda sekaligus pemilik kapal bernama Syawir (40), warga jalu 8, Pulau Gundul, RT 06/03, Desa Upang Ceria, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin itu, tenggelam setelah menabrak dermaga. Tujuh orang penumpang, termasuk kru kapal dan isi kapal berhasil diselamatkan.
“Hanya saja, uang Rp4,5 juta masih dalam pencarian. Ratusan karung beras sudah dievakuasi meskipun dalam keadaan basah. Mudah-mudahan masih bisa dimanfaatkan,” ujar Edi Nursalam, Kadishub Kota Palembang saat berada di lokasi kejadian.
Selain Edi, tampak Kabid Laut, SDP & KA, Said Albar dan Kasi Penyidikan dan Pe-nin-dakan, Heriyanto serta Kepala UPTD Dermaga Sei Lais, TM Harianja. Di lokasi kejadian, Kadishub sempat berbincang-bincang dengan kru kapal dan penumpangnya di kantor UPTD Dermaga Sei Lais.
Menurut Edi, KMS Muzdalifah berangkat dari Jalur 8 menuju Pasar Sekanak Palembang sekitar pukul 22.15 WIB, Minggu (29/3). Penumpangnya, 7 orang termasuk empat kru kapal.
Saat kejadian, kapal bermuatan 300 karung beras (sekitar 18 ton). Satu unit sepeda motor Honda Supra Fit, satu unit mesin genset, satu unit pompa air, satu unit kompor gas beserta tabung ukuran 12 kg. Peristiwa tenggelamnya kapal berlangsung Senin malam.
“Ketika akan bersandar kapal itu mengalami kerusakan pada peralatan mesin. Kopel (perseneling) terputus. Akibatnya nakhoda tidak bisa mengendalikan laju kapal dan menabrak dermaga. Bagian depan kapal pecah. Tidak sampai lima menit kapal langsung tenggelam,” kata Edi.
Pantauan Sumatera Ekspres di dermaga Sei Lais, terlihat sejumlah buruh angkut bersama petugas dermaga, sejak pagi membantu mengevakuasi ratusan karung beras yang ikut tenggelam bersama bangkai kapal. Ratusan karung tersebut dibawa ke dermaga untuk bisa dimanfaatkan kembali. Proses evakuasi baru berakhir pukul 17.45 WIB, kemarin.
Kepala UPTD Dermaga Sei Lais, TM Harianja menambahkan, ratusan karung beras dievakuasi ke dermaga dan telah diangkut dengan jukun lain oleh pemiliknya. Sedangkan bangkai kapal yang tenggelam diamankan ke pinggir dermaga.
Terpisah, Syawir, pemilik dan nakhoda kapal mengaku tidak tahu persis penyebab putusnya kopel kapal tersebut. Sebab, sebelum berangkat menuju Palembang, dirinya bersama ABK sudah melakukan pengecekan. Bahkan selama perjalanan Syawir juga sering memerintahkan ABK guna mengecek kondisi mesin.
“Sebelum berangkat kondisi kapal tidak memiliki masalah khususnya pada mesin. Setiap dua jam sekali saya bersama ABK selalu mengecek kondisi mesin dan peralatan kapal lainnya,” tandas Syawir. (mg19)
Sumatera Ekspres, Selasa, 31 Maret 2009.













