Bus Kota dan Angkot Harus Masuk Terminal.
16 February 2009 Leave a comment
LEMABANG – Mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Pasar Lemabang, Camat Ilir Timur II Eka Juarsa dan Kepala Terminal Lemabang Fadrullah Amd mengharuskan bus kota dan angkot masuk ke terminal.
“Selama ini yang menyebabkan kemacetan disekitar Pasar Lemabang adalah bus kota dan angkot yang tidak mau masuk ke terminal. Dan para sopir bus kota lebih memilih parkir di luar terminal ketimbang masuk keterminal untuk menarik penumpang,” ujar Camat IT II Eka Juarsa, didampingi Kepala Terminal Lemabang Fadrullah Amd.
Menurutnya, bila semua sopir mau masuk ke terminal tingkat kemacetan di sekitar Pasar Lemabang akan berkurang. “Kita akan melakukan uji coba kepada semua sopir bus kota untuk masuk ke dalam terminal mulai besok (hari ini, red),” tambahnya.
Dengan difungsikan Terminal Lemabang secara maksimal diharapkan dapat meminimalisir kemacetan di Pasar Lemabang khususnya di jam-jam kerja. Nantinya, akan dibuat dua jalur. Yaitu jalur untuk bus kota dan jalur khusus angkot. “Dengan kapasitas terminal hingga 40 mobil, maka jalur di terminal dibagi dua. Jalur angkot mampu menampung 30 buah, dan jalur bus kota manampung 10 buah,” beber Fadrullah.
Selain dari uji coba bus kota dan angkot ke terminal, di sekitar terminal juga akan dibuat drainase di kiri dan kanan terminal. Di bagian lain, terminal akan dilengkapi dengan pagar pembatas. Dan median jalan akan dibuat panjang hingga ke SPBU depan Koramil. “Sebab, selama ini warga memutar di depan pasar pagi dan menyebabkan kemacetan,” tutupnya. (mg23)
Sumatera Ekspres, Senin, 16 Februari 2009.












Komentar: