Arsip untuk Februari, 2009
Regenerasi Daiyah.
A RIVAI - Peran aktif wanita muslimah kian dirasakan manfaatnya dalam menyikapi berbagai masalah bangsa terutama yang berkaitan dengan seluk beluk dunia wanita. Karenanya, kaum wanita sangat diperlukan untuk ikut terjun mensyiarkan agama Islam dengan menjadi daiyah.
Wakil Pembina Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sumsel, Ny Hj Suzana Eddy Yusuf berharap dengan pelatihan Dai’yah yang digelar oleh Badan Kontak Majelis Taklim Sumsel dapat menghasilkan daiyah yang berbakat dan dapat mensyiarkan Islam lebih luas lagi. “Dengan kegiatan ini, kita ingin menciptakan regenerasi untuk menyiarkan agama Islam. Sehingga, syiar agama Islam tidak terpaku pada dai saja,” tukasnya usai pembukaan pelatihan di Gedung Wanita, kemarin (24/2).
Peran serta ibu-ibu dalam organisasi BKMT membentuk kepribadian generasi muda yang berakhlak mulia sangat dibutuhkan. Karena, selain menjadi ibu rumah tangga, ibu-ibu BKMT dapat menjadi daiyah minimal untuk keluarganya sendiri bahkan untuk lingkungan sekitarnya.
“Apalagi untuk anggota keluarganya yang masih menginjak usia remaja. Lebih baik, seorang daiyah membentuk kepribadian akhlak mulia bagi anggota keluarganya sendiri, khususnya remaja,” jelas Suzanna.
Hj Fauziah selaku ketua panitia pelaksana menuturkan, pelatihan daiyah ini bertujuan untuk mencari para regenerasi daiyah. “Jika tidak dari sekarang kapan lagi. Sebab, kemajuan informasi dan budaya asing yang ada sekarang sudah menyentuh level terkecil, yakni, anak usia dini,” terang dia.
Fauziah menambahkan, pihaknya berharap para anggota BKMT yang mengikuti pelatihan ini mampu menyalurkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat. Sehingga, mendukung pembentuk an daiyah-daiyah yang baru. (mg15)
Sumatera Ekspres, Rabu, 25 Februari 2009.
Pemilik Kafe Diminta Ubah SITU.
LEMABANG – Dari hasil pertemuan yang dilakukan oleh Camat Ilir Timur II Eka Juarsa dengan pengusaha kafe di kawasan Jl Dr M Isa, ternyata izin tempat usaha kafe tersebut awalnya adalah perizinan untuk rumah makan. Karenanya, pemilik kafe diminta untuk mengubah surat izin tempat usaha (SITU) rumah makan menjadi SITU kafe.
“Dari sekitar 13 kafe yang ada di Jl Dr M Isa, ternyata perizinan SITU hanya untuk rumah makan. Karena itu kepada pemilik kafe diminta untuk mengubah perizinannya baru bisa melakukan aktivitasnya kembali,” ujar Camat IT II Eka Juarsa, kemarin (24/2).
Bila pemilik kafe tersebut tak mengubah perizinannya itu berarti yang bersangkutan telah melanggar perizinan yang telah dibuatnya sendiri. “Kita telah menghimbau kepada pemilik untuk mengubah perizinan secepatnya. Karena masyarakat sudah sering mempertanyakan hal tersebut,” tegasnya.
Pihak kecamatan juga sudah memberi persyaratan untuk perizinan kafe kepada pemilik kafe tentang syarat mengajukan perizinan. “Bila secepatnya pemiliknya mengubah SITU, maka semakin cepat pula kembali beroperasi tapi itu harus dilakukan secepatnya,” tegas Iwan (40) warga Jl Dr M Isa menjelaskan, bahwa operasional rumah makan menjadi kafe sudah lama terjadi. “Selama ini kita tak tahu bahwa kafe tersebut izinnya untuk rumah makan sebab selama ini sudah beroperasi,” terangnya.
Sebagai warga yang setiap hari mendengar musik yang terlalu keras dari kafe bersangkutan, ia meminta untuk ditinjau ulang perizinannya. “Suara musik itu, sering mengganggu ketentraman warga saat sedang istirahat,” sambungnya. Hanya saja bila kafe tersebut tidak bisa ditutup, hendaknya mereka (pemilik kafe, red) dapat mengubah izin rumah makan menjadi izin operasional kafe. “Paling tidak mereka tidak melanggar perizinannya sendiri yang telah dibuat,” ujarnya. (mg23)
Sumatera Ekspres, Rabu, 25 Februari 2009.
Ratusan Warga Antre Migor Subsidi.
LEMABANG – Distribusi minyak goreng (migor) subsidi oleh PT Sinar Alam Permai (SAP) kerja bareng Disperindag Sumsel dimulai pukul 09.30 WIB. Namun sejak pukul 08.00 WIB, warga sekitar Lemabang sudah antre.
“Ini lanjutan dari distribusi sebelumnya dikawasan 14 Ulu, sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan kepada masyarakat,” ujar Siti Khadijah selaku personalia PT SAP, kemarin (19/2).
Dengan menyediakan migor di bawah harga pasar yakni Rp6.000/ liter diharapkan dapat membantu warga. “Selisihnya Rp2.000 per liternya dapat digunakan untuk keperluaan yang lain,” tukasnya.
Setiap warga berhak membawa pulang maksimal 3 liter. Dan warga diharuskan menunjukkan kupon pembelian yang telah dibagikan oleh kelurahan. “Untuk pembagian kupon dilakukan oleh RT masing-masing,” terangnya.
Meski dipadati warga, penjualan migor subsidi ini berjalan tertib dengan pengawasan dari panitia dan anggota Satpol-PP kecamatan dan kelurahan. “Alhamdulillah pelaksanaan penjualan minyak goreng subsidi dapat berjalan lancar, sebab langsung diawasi oleh panitia dan petugas Satpol-PP,” jelasnya.
Halimah (60) warga Kelurahan 3 Ilir berterima kasih atas kegiatan ini. “Jarang ada Dek yang jual minyak goreng dengan harga Rp6.000, jadi kami samo warga yang lain rela dan sabar mengantre,” terangnya diamini oleh warga lainnya. Sekcam IT II, P Lubis, berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin dari PT SAP kepada masyarakat Kecamatan IT II. (mg23)
Sumatera Ekspres, Jumat, 20 Februari 2009.
































