
Tugas/misi kenabian yang diemban oleh Rasulullah SAW yang paling esensial/paling utama dikatakan oleh Beliau sendiri; “Sesungguhnya aku diutus agar menyempurnakan akhlaq yang baik.”
Hal tersebut memang amat sangat relevan untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan sejahtera. Akhlaq yang baik merupakan sendi tegaknya kehidupan. Sebuah keluarga apabila penghuninya berhati mulia, tutur katanya halus dan lembut, tingkah lakunya sopan, maka semuanya akan merasa nyaman tinggal didalamnya. Oleh karena itulah syariat Islam menganjurkan agar seluruh subyek dalam rumah tangga untuk membangun terwujudnya akhlaq yang baik bagi seluruh anggota keluarganya dalam mewujudkan masyarakat yang kuat.
Seorang penyair Arab yang bernama Syauqy Bey pernah berkata; “Suatu bangsa menjadi kuat karena budi pekertinya (akhlaqnya), jika akhlaqnya telah runtuh, maka runtuh pulalah bangsa itu.” Apabila anggota keluarga dari suatu rumah tangga sudah dibina akhlaqnya dengan baik, maka dia akan menjadi anggota masyarakat yang baik pula. Jika semua rumah tangga sudah mampu memperbaiki akhlaq anggota keluarganya masing-masing, maka sedikit sekali kemungkinan terjadinya kerusakan-kerusakan dan pelanggaran-pelanggaran dalam masyarakat. Selanjutnya jika semua anggota masyarakat sudah memperlihatkan akhlaq yang baik, atau ada kecenderungan untuk memperbaikinya maka bangsa itu akan terpandang di mata dunia dan akan terus jaya.
Marilah ketiga hal diatas tersebut kita jaga dan kita pelihara dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kaidah-kaidah/norma-norma yang ditetapkan oleh Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Al-Hadist) sehingga kita semua menjadi kelompok pewaris para Nabi dan Rasul dalam rangka menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Sekecil apapun yang kita perbuat jika itu baik dan positif maka dampaknya akan dapat dirasakan dan dinikmati oleh siapapun. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua menjadi golongan yang selalu dalam ridha-Nya.

































