Arsip untuk Januari, 2009

MEMPERBAIKI AKHLAQ.

http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif

Tugas/misi kenabian yang diemban oleh Rasulullah SAW yang paling esensial/paling utama dikatakan oleh Beliau sendiri; “Sesungguhnya aku diutus agar menyempurnakan akhlaq yang baik.”

Hal tersebut memang amat sangat relevan untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan sejahtera. Akhlaq yang baik merupakan sendi tegaknya kehidupan. Sebuah keluarga apabila penghuninya berhati mulia, tutur katanya halus dan lembut, tingkah lakunya sopan, maka semuanya akan merasa nyaman tinggal didalamnya. Oleh karena itulah syariat Islam menganjurkan agar seluruh subyek dalam rumah tangga untuk membangun terwujudnya akhlaq yang baik bagi seluruh anggota keluarganya dalam mewujudkan masyarakat yang kuat.

Seorang penyair Arab yang bernama Syauqy Bey pernah berkata; “Suatu bangsa menjadi kuat karena budi pekertinya (akhlaqnya), jika akhlaqnya telah runtuh, maka runtuh pulalah bangsa itu.” Apabila anggota keluarga dari suatu rumah tangga sudah dibina akhlaqnya dengan baik, maka dia akan menjadi anggota masyarakat yang baik pula. Jika semua rumah tangga sudah mampu memperbaiki akhlaq anggota keluarganya masing-masing, maka sedikit sekali kemungkinan terjadinya kerusakan-kerusakan dan pelanggaran-pelanggaran dalam masyarakat. Selanjutnya jika semua anggota masyarakat sudah memperlihatkan akhlaq yang baik, atau ada kecenderungan untuk memperbaikinya maka bangsa itu akan terpandang di mata dunia dan akan terus jaya.

Marilah ketiga hal diatas tersebut kita jaga dan kita pelihara dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kaidah-kaidah/norma-norma yang ditetapkan oleh Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Al-Hadist) sehingga kita semua menjadi kelompok pewaris para Nabi dan Rasul dalam rangka menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Sekecil apapun yang kita perbuat jika itu baik dan positif maka dampaknya akan dapat dirasakan dan dinikmati oleh siapapun. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua menjadi golongan yang selalu dalam ridha-Nya.

Tinggalkan sebuah Komentar

JEMBATAN AMPERA.

IDE untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang “Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeete Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi.

Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk nama Sungai Musi yang dilintasinya pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergolong nekad, sebab anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar 30.000,00.

Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan H. A. Bastari. Pendampingnya, Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu. Usaha yang dilakukan Pemerintah Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang di dukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil.

Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencanya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukan penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).

Biaya ini akan dihitung dari pampasan (konpensasi) perang Jepang. Proyek Musi hingga akhir tahun 1970-an, warga Palembang menyebut Jembatan Ampera Proyek Musi, ini mulai dibangun April 1962 dan selesai pada Mei 1965. Jembatan dengan kontruksi baja yang diperkuat kawat baja itu, memiliki panjang 1.100 meter dengan lebar 22 meter. Keenam kakinya, dipancang sedalam 75 meter. Bagian atasnya, terdapat dua menara setinggi 75 meter dengan jarak bentang antar-menara 71,5 meter. Ketinggian bentang jembatan dari air 11,5 meter saat air surut dan 8 meter saat pasang naik itu dapat diangkat ketika akan dilalui kapal.

Saat bentang diangkat, ketinggiannya dari air mencapai 63 meter. Kapalyang dapat melaluinya berukuran tinggi 9 meter-44,5 meter dan lebar 60 meter. Untuk mengangkat bentang jembatan seberat 994 ton ini, ditempatkanlah bandul yang masing-masing seberat 450 ton di kedua menara. Kecepatan angkatnya mencapai 10 meter per detik.

SUMBER :
palembang.go.id

Tinggalkan sebuah Komentar

Panggilan Kepada Mayat.

Di riwayatkan dalam sebuah riwayat, tatkala ruh berpisah dari tubuh, maka ia dimanggil dari langit dengan tiga jeritan :

  • Wahai anak Adam. Apakah kamu meninggalkan dunia, ataukah dunia meninggalkan kamu.
  • Wahai anak Adam. Apakah kamu mengumpulkan dunia, ataukah dunia mengumpulkan kamu.
  • Jika mayat ditempatkan pada tempat mandi, ia dipanggil dengan tiga teriakkan :

  • Wahai anak Adam. Dimana tubuhmu yang kuat, tidakkah melemahkan kamu.
  • Wahai anak Adam. Dimanakah mulutmu yang cakap, tidakkah menjadikan kamu diam.
  • Wahai anak Adam. Dimana semua kekasihmu, tidakkah mengasingkan kamu.
  • Tatkala mayat diletakkan di tempat kafan, ia dipanggil tiga jeritan :

  • Wahai anak Adam. Pergilah kamu ke tempat yang jauh tanpa membawa bekal.
  • Wahai anak Adam. Keluarlah kamu dari rumahmu, dan janganlah kembali.
  • Wahai anak Adam. Naiklah kuda, dan kamu tidak akan naik seperti itu selamanya dan kamu akan menjadi sesuatu dalam rumah yang penuh kesedihan.
  • Sewaktu maya di pikul dalam keranda, ia dipanggil tiga jeritan :

  • Wahai anak Adam. Sangat bahagialah kamu jika kamu menjadi seorang yang taubat.
  • Wahai anak Adam. Sangat bahagialah kamu jika amalmu baik.
  • Wahai anak Adam. Sangat berbahagialah kamu jika sahabatmu dalam keredhaan Allah, dan sangat celakalah kamu jika sahabatmu orang yang dimurkai Allah.
  • Dikala mayat diletakan untuk di shalatkan, ia dipanggil tiga jeritan :

  • Wahai anak Adam. Segala amal yang telah kamu perbuat akan kamu lihat.
  • Wahai anak Adam. Jika amal itu baik maka kamu akan melihatnya baik.
  • Wahai anak Adam. Jika amal itu jelek maka kamu akan melihatnya jelek.
  • Sewaktu mayat sudah berada ditepi kubur, ia dipanggil tiga teriakkan :

  • Wahai anak Adam. Tidaklah kamu menambah damai pada tempat yang sempit ini.
  • Wahai anak Adam. Tidaklah kamu membawa kekayaan ditempat kefakiran ini.
  • Wahai anak Adam. Tidaklah kamu membawa cahaya penerang ditempat yang gelap ini.
  • Jika mayat diletakkan pada liang kubur, ia dipanggil tiga jeritan :

  • Wahai anak Adam. Kamu berada diatas punggungku bersanda gurau, tapi kamu dalam perutku menjadi menangis.
  • Wahai anak Adam. Kamu berada diatas punggungku bergembira ria, tapi kamu dalam perutku menjadi susah, prihatin.
  • Wahai anak Adam. Kamu diatas punggungku dapat berbicara, tapi kamu dalam perutku diam.
  • Setelah para manusia membelakangi (pergi) dari mayat itu, lalu Allah SWT berkata : “Wahai hamba-Ku, kamu tetap terpencil dan sendirian. Para manusia sudah meninggalkan kamu dalam kegelapan kubur, dan kamu telah berbuat maksiat kepada-Ku karena para manusia, karena istri dan karena anak. Dan Aku sangat kasihan kepadamu pada hari ini dengan rahmat, yang dengannya para makhluk sama kagum. Dan Aku lebih kasihan kepadamu dari pada kasih ibu kepada anaknya.

    SUMBER :
    Judul Buku : Berita Gaib dan Alam Akhirat.
    Penyusun : M Ali Chasan Umar.

    Tinggalkan sebuah Komentar

    Wallpaper Islami 03.

    Iwan Lemabang 2008-2009.

    Kaligrafi, Wallpaper & Mp3.

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-11.jpg

    http://lemabang.files.wordppress.com/2009/01/kaligrafi-59.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-50.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-61.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-62.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-63.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-64.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/kaligrafi-65.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/mosque-03.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/nice_mosque.jpg

    Tinggalkan sebuah Komentar

    Download Gratis Wallpaper.

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/allah-04.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/allah-03.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/allah-02.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/allah.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/i_love_islam.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/bismillah-01.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/beautifulmosque.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/islamic_written

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/0/crescent_and_star.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/01/lamp.gif

    Tinggalkan sebuah Komentar

    Tulisan yang Lebih Tua »
  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png