Strategi Syaitan Menjerumuskan Manusia.
31 July 2008 Leave a comment

Sebelum kita mengetahui strategi syaitan menjeruskan manusia. Terlebih dahulu kita mengetahui visi dan misi syaitan syaitan. Visi setan adalah memperbudak manusia dan misi syaitan mengkondisikan manusia lupa kepada Allah SWT. Adapun strategi syaitan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sebagai berikut:
1. Waswasah.
Waswasah artinya, membisikan keraguan pada manusia melakukan kebaikan atau amal shaleh. Saat kumandang azan Subuh dan tubuh kita masih dililit selimut. Terbersit dalam pikiran kita: “Nanti lima menit lagi,” ini adalah waswasah. Kenyataannya bukan lima menit, tapi satu jam. Akhirnya shalat Subuh terlambat, bahkan tidak shalat.
2. Tasyim.
Tasyim artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah. Misalnya, mengapa orang berpacaran lebih mesra dari suami istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan daripada setelah menikah. Ini karena ada unsur tasyim. Pacaran itu maksiat, sementara nikah itu ibadah. Maksiat disulap oleh syaitan sehingga terasa lebih indah, nikmat dan mengesankan. Inilah yang disebut strategi tasyim.
3. Tamanni.
Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkah terbersit niat akan shalat Tahajjud saat merebahkan badan ditempat tidur? Namun pada jam tiga saat wekwr berbunyi, cepat-cepat mematikannya, lalu meneruskan tidur. Pernahkah kita ingin bertaubat? Namun pada saat maksiat didepan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironinya ini berlangsung berkali-kali. Inilah yang disebut strategi tamanni.
4. A’dawah.
A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan. Syaitan beriktiar menumbuhkan permusuhan diantara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, syaitan biasanya menumbuhkan prasangka buruk. Karena itu waspadai kalau kita berprasangka buruk kepada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap strategi syaitan.
5. Takwif.
Takwif artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfaqkan sebagian harta, takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takwif.
6. Shaddun.
Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkah Anda merasakan malas saat mau melakukan shalat, atau ngantuk saat membaca Al-Qur’an meskipun sudah cukup tidur? Inilah gejala shaddun dari syaitan.
7. Wa’dun.
Wa’dun artinya janji palsu. Syaitan membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan janji-janji yang menggiurkan, akhirnya mempercayainya. Misalnya, banyak kasus wanita menyerahkan dirinya dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahi. Namun, setelah hamil sang pacar meninggalkannya begitu saja. Dia tidak mau bertanggung jawab. Inilah contoh wa’dun atau janji palsu dari syaitan.
8. Kaidun.
Kaidun artinya tipu daya. Syaitan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Pernahkah saat bertugas, kita berfikir nanti saja mengerjakannya karena waktu masih lama? Ternyata, setelah dekat waktunya kita mengerjakannya asal-asalan dan tergesa-gesa, sehingga hasilnya tidak optimal atau ada kemungkinan pada waktu yang ditentukan pekerjaan tidak selesai. Strategi ini disebut kaidun.
9. Nisyam.
Nisyam artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal manusiawi, lupa memang sesuatu yang manusia. Tetapi syaitan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan menutupi tanggung jawab. Pernahkah kita lupa menunaikan janji? Lupa shalat? Kalau sesekali itu disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyam.
Demikianlah ringkasan strategi syaitan. Semoga kita dapat mencermati dan berusaha agar tidak terjebak strategi syaitan laknatullah (syaitan yang dilaknat Allah).
Sumber: Judul Buku: Strategi Setan Menjerumuskan Manusia (Menelanjangi Strategi Jin)
Pengarang: Ustadz Aam Amiruddin.












Komentar: