Arsip untuk Juli, 2008

HIKMAH ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

http://iwandj.files.wordpress.com/2009/04/bismillah.gif

Untuk memperlihatkan tanda-tanda Kebesaran-Nya yang maha sempurna, Allah SWT memberikan kesempatan kepada Rasullah SAW. Nabi Muhammad SAW memperoleh kesempatan dan kehormatan yang amat luar biasa yang tidak diberikan kepada siapapun. Itulah peristiwa Isra’ Mi’raj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun kesebelas dari ke-Nabian Beliau. Disaat Rasulullah SAW berusia 52 tahun, Rasulullah SAW mendapatkan kesempatan dan kehormatan mengarungi cakrawala, menembus tingkat demi tingkat sampai pada ketingkat tertinggi yaitu pada langit ketujuh, bahkan sampai pada suatu tempat yang para malaikat dan Jibril yang jadi pengantarnya. Sesampainya diSidratul Muntaha, Beliau berhadapan langsung dengan Allah SWT untuk menerima perintah shalat. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah bukti nyata Kebesaran dan Keagungan Allah yang dilihat Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini terukir dalam firman Allah SWT dalam surrah Al-Isra’ ayat pertama. Berbagai ilmu diperoleh Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Beliau melihat gambaran kehidupan orang-orang yang bahagia dan celaka, yaitu kehidupan surga dan neraka. Lebih dari itu, Beliau juga menyaksikan keanehan-keanehan yang mempesona, sehingga menghibur hati. Semua itu merupakan bukti bahwa pribadi Beliau amat dicintai Allah SWT, Beliau-lah kekasih dan Rasul yang paling dimuliakan Allah SWT.

Hikmah terpenting dari peristiwa Isra’ Mi’raj itu sendiri ialah keistimewaan perintah shalat lima kali sehari semalam. Perintah ini langsung diterima Rasulullah SAW tanpa melalui malaikat penyampai wahyu, inilah keistimewaan yang paling besar, karena semua perintah Allah SWT diterima Nabi melalui wahyu yang dibawa oleh malaikat Jibril. Melihat cara penyampaian yang perintah shalat yang sangat istimewa ini, hendaknya kita menyadari betapa pentingnya shalat lima kali sehari semalam itu.

Kalau kita gali lebih dalam, maka bertemulah dengan satu kesimpulan bahwa ibadah shalat adalah mencerminkan penyerahan diri yang tulus dari seorang hamba, pengakuan lahir bathin seorang hamba akan Keagungan dan Kebesaran Allah SWT, serta senantiasa taat akan perintah dan larangan-Nya. Apabila seorang hamba telah menegakkan shalatnya dengan benar, dapat dipastikan seluruh perjalanan hidupnya senantiasa akan berhiaskan prilaku dan perbuatan terpuji serta akhlak yang mulia, maka terhindarlah ia dari semua perbuatan tercela dan kemungkaran. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Rasulullah SAW juga menetapkan shalat adalah sebagai tiang agama, sebagaimana sabda Beliau: “Shalat adalah tiang agama, maka barangsiapa menegakkannya berarti dia telah menegakkan agamanya. Dan barangsiapa yang meninggalkannya, berarti dia telah merobohkan agamanya.”

Berdasarkan keterangan ayat dan hadits di atas, bahwa shalat merupakan ukuran iman dan Islamnya seorang hamba. Sebab, apabila shalat telah dikerjakan dengan benar oleh seorang hamba, niscaya hatinya semakin dekat kepada Allah SWT dan ia yakin bahwa Allah SWT senantiasa menyaksikan segala amal perbuatannya dan senantiasa bersama dengannya. Sehingga seluruh perjalanan hidupnya senantiasa dipergunakan untuk mentaati perintah dan tuntunan Allah SWT. Itulah ikhsan, sedangkan ikhsan adalah mata rantai yang tidak terpisahkan dari iman dan Islam. Dengan demikian tepatlah kalau kita katakan bahwa shalat adalah barometer/pengukur kebenaran iman dan Islam seseorang. Begitu besar rahasa dan hikamah shalat dalam pembentukan iman dan akhlak seseorang. Maka sesuailah dengan keistimewaan penyampaian shalat itu sendiri yang ditempuh oleh Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.

Tinggalkan sebuah Komentar

Strategi Syaitan Menjerumuskan Manusia.

Sebelum kita mengetahui strategi syaitan menjeruskan manusia. Terlebih dahulu kita mengetahui visi dan misi syaitan syaitan. Visi setan adalah memperbudak manusia dan misi syaitan mengkondisikan manusia lupa kepada Allah SWT. Adapun strategi syaitan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sebagai berikut:

1. Waswasah.

Waswasah artinya, membisikan keraguan pada manusia melakukan kebaikan atau amal shaleh. Saat kumandang azan Subuh dan tubuh kita masih dililit selimut. Terbersit dalam pikiran kita: “Nanti lima menit lagi,” ini adalah waswasah. Kenyataannya bukan lima menit, tapi satu jam. Akhirnya shalat Subuh terlambat, bahkan tidak shalat.

2. Tasyim.

Tasyim artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah. Misalnya, mengapa orang berpacaran lebih mesra dari suami istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan daripada setelah menikah. Ini karena ada unsur tasyim. Pacaran itu maksiat, sementara nikah itu ibadah. Maksiat disulap oleh syaitan sehingga terasa lebih indah, nikmat dan mengesankan. Inilah yang disebut strategi tasyim.

3. Tamanni.

Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkah terbersit niat akan shalat Tahajjud saat merebahkan badan ditempat tidur? Namun pada jam tiga saat wekwr berbunyi, cepat-cepat mematikannya, lalu meneruskan tidur. Pernahkah kita ingin bertaubat? Namun pada saat maksiat didepan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironinya ini berlangsung berkali-kali. Inilah yang disebut strategi tamanni.

4. A’dawah.

A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan. Syaitan beriktiar menumbuhkan permusuhan diantara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, syaitan biasanya menumbuhkan prasangka buruk. Karena itu waspadai kalau kita berprasangka buruk kepada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap strategi syaitan.

5. Takwif.

Takwif artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfaqkan sebagian harta, takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takwif.

6. Shaddun.

Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkah Anda merasakan malas saat mau melakukan shalat, atau ngantuk saat membaca Al-Qur’an meskipun sudah cukup tidur? Inilah gejala shaddun dari syaitan.

7. Wa’dun.

Wa’dun artinya janji palsu. Syaitan membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan janji-janji yang menggiurkan, akhirnya mempercayainya. Misalnya, banyak kasus wanita menyerahkan dirinya dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahi. Namun, setelah hamil sang pacar meninggalkannya begitu saja. Dia tidak mau bertanggung jawab. Inilah contoh wa’dun atau janji palsu dari syaitan.

8. Kaidun.

Kaidun artinya tipu daya. Syaitan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Pernahkah saat bertugas, kita berfikir nanti saja mengerjakannya karena waktu masih lama? Ternyata, setelah dekat waktunya kita mengerjakannya asal-asalan dan tergesa-gesa, sehingga hasilnya tidak optimal atau ada kemungkinan pada waktu yang ditentukan pekerjaan tidak selesai. Strategi ini disebut kaidun.

9. Nisyam.

Nisyam artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal manusiawi, lupa memang sesuatu yang manusia. Tetapi syaitan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan menutupi tanggung jawab. Pernahkah kita lupa menunaikan janji? Lupa shalat? Kalau sesekali itu disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyam.

Demikianlah ringkasan strategi syaitan. Semoga kita dapat mencermati dan berusaha agar tidak terjebak strategi syaitan laknatullah (syaitan yang dilaknat Allah).

Sumber: Judul Buku: Strategi Setan Menjerumuskan Manusia (Menelanjangi Strategi Jin)
Pengarang: Ustadz Aam Amiruddin.

Tinggalkan sebuah Komentar

MALAIKAT

Malaikat adalah makhluk halus yang dijadikan oleh Allah SWT dari nur (cahaya) mereka senantiasa taat akan perintah-perintah Allah. Adapun mereka itu tidak sedikit jumlahnya, dan sama melaksanakan tugasnya masing-masing. Kalamullah dalam Al-Qur’an: “Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu diatas (kepala) mereka.” (QS. Al-Haqq: 17).

Para malaikat itu diciptakan oleh Allah SWT tanpa perantara seorang ayah dan ibu, mereka juga tidak laki-laki dan juga perempuan, tidak mempunyai nafsu dan syahwat, lagipula mereka tidak makan dan minum. Namun demikian, mereka senantiasa mentaati perintah Allah SWT, tidak pernah melakukan maksiat kepada-Nya seperti manusi pada umumnya. Allah SWT berfirman: “Penjaga (neraka) malaikat-malaikat yang besar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).

Kita wajib mengetahui diantara nama-nama mereka adalah:

1. Malaikat Jibril as, yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Rasul.

2. Malaikat Mikail, yang bertugas membagi rizki.

3. Malaikat Izrail, yang bertugas mencabut nyawa.

4. Malaikat Israfil, yang bertugas meniup terompet (sangkakala) komando pada hari kiamat.

5. Malaikat Raqib dan Atid, bertugas mencatat amal-amal manusia semasa hidupnya.

6. Malaikat Munkar dan Nakir, bertugas memeriksa orang yang telah meninggal didalam kubur.

7. Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka.

8. Malaikat Ridwan, bertugas menjaga surga.

Demikian itu mereka senantiasa taat dan patuh melaksanakan tugasnya masing-masing, tanpa makan dan minum, tanpa merasa lelah, serta tidak mengenal tidur dan istirahat.

Tinggalkan sebuah Komentar

KEJADIAN ADAM

Beliau adalah manusia yang pertama kali diciptakan Allah SWT, beliau dijadikan dari tanah dengan bentuk rupa manusia, lalu ditiupkan ruh kedalamnya. Kalamullah didalam Al-Qur’an: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr: 26).

Oleh karena itu, Adam adalah asal mula bapak seluruh manusia, sebelum Allah SWT menciptakan Adam, terlebih dahulu Allah SWT menjadikan bangsa jin dari api yang sangat panas. Firman Allah SWT: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 27).

Setelah Allah SWT menjadikan Adam dengan sebaik-baik bentuk dan rupanya, maka isi surga (malaikat) sama bersujud kepadanya kecuali iblis. Mereka semua bersujud kepada Adam atas perintah Allah dan menghormatinya, hanya iblis sajalah yang tetap membangkang. Kalamullah dalam Al-Qur’an: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat; “sujudlah kamu kepada Adam,” maka bersujudlah mereka kecuali iblis.” (QS. Al-Baqarah: 34).

Setelah Adam dijadikan Allah, lantas beliau ditempatkan Allah di dalam surga dikala itu. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai jodohnya.

Diterangkan pula bahwa sewaktu Allah akan meniupkan ruhnya Adam, Allah memerintahkan ruh masuk kedalam tubuh Adam. Disebutkan pula bahwa masuknya ruh adalah dari otaknya, lalu ruh itu berputar-putar selama dua ratus tahun. Kemudian ruh itu turun pada kedua matanya, lantas ia melihat pada dirinya, selanjutnya ia melihat lempung yang kering. Dan setelah sampai pada kedua telinganya, lalu ia mendengar tasbihnya malaikat. Kemudian turun pada hidungnya sehingga dia bersin, setelah bersin lalu ruh turun ke mulut dan kedua telinganya, maka Allah mengajarkan kepada Adam supaya mengucapkan: “ALHAMDULILLAH,” dan Allah menjawabnya dengan ucapan: “YARHAMUKA RABBUKA YA ADAM.” Lalu ruh turun ke dadanya dan Adam tergesa-gesa ingin berdiri tapi tidak kuasa. Dan itulah sebagaimana Allah SWT berfirman: “Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11).

Setelah ruh itu sampai pada perutnya, lalu Adam menginginkan makanan. Kemudian ruh menjadi rata dalam seluruh tubuhnya, dan menjadilah daging, darah, kulit dan otot. Lalu Allah memakaikan kuku, dimana setiap hari bertambah dengan kebaikan dan keindahan. Maka apabila berbuat dosa, Allah menggantikan kuku itu dengan kulit, dan tetaplah kuku itu pada jari-jari agar ia ingat tentang hal itu dari asal mula terjadinya.

Kemudian Allah SWT menyempurnakan kejadian Adam, dan memberi pakaian dari pakaian surga dan cahaya Muhammad yang menerangi wajahnya bagaikan bulan di malam purnama. Lalu di angkat diatas ranjang dan dipikul pada leher para malaikat, dan Allah SWT menyerukan kepada mereka ; “Bertawaflah kamu semua dengan Adam keseluruh langit dengan ranjangnya agar ia menyaksikan keajaiban dan apa saja yang berada di dalamnya.” Maka bertambahlah keyakinan Adam, dan berkatalah para malaikat ; “RABBANA SAMI’NAA WAA ATHA’NA = Wahai Tuhan kami, kami memperhatikan dan mentaati.”

Para malaikat terus membawa Adam pada leher-leher mereka, mereka sama mengelilingi langit-langit kurang lebih seratus tahun. Kemudian Allah membuatkan kuda untuk Adam dari misik yang putih yang baunya semerbak mewangi, kuda itu di sebut kuda Maimun, ia mempunyai dua sayap dari intan dan marjan. Lalu Adam menaikinya dan Jibril yang memegang kendalinya, Mikail di sebelah kanannya dan Israfil di sebelah kirinya. Mereka beserta Adam terus mengelilingi langit dan ia memberikan salam kepada para malaikat dengan ucapan ; “ASALAMU’ALAIKUM.” Mereka menjawab ; “WA’ALAIKUM SALAM.” Kemudian Allah SWT berkata ; “Wahai Adam, inilah penghormatanmu dan penghormatan para mukminin dari anak turunanmu di antara mereka semua di hari kiamat kelak.”

SUMBER :
Judul Buku : Berita Ghaib dan Alam Akhirat
Penyusun : M Ali Chasan Umar.

Tinggalkan sebuah Komentar

Mengenal Adat Istiadat Palembang (Baso Palembang Alus/Bebaso) (1/2).

Sebagai salah satu kekayaan budaya Palembang dan sebagai jati diri Wong Kito (Melayu-Palembang), Baso Pelembang Alus (Bebaso) saat ini sudah hampir punah. Untuk itu perlu adanya usaha pelestarian dan mendokumentasikannya sebagai wujud kepedulian kita, diantaranya dengan mengadakan kursus atau menerbitkan buku kamur. Pepatah mengengatakan : “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.”
Untuk menumbuhkan rasa sayang dan cinta kepada Kota Palembang, terlebih dahulu kita harus mengenal sejarah dan budaya Palembang, termasuk dalam hal bahasa. Asal-usul Baso Pelembang Alus hampir menyerupai bahasa Jawa, oleh sebab itu banyak orang berasumsi bahwa bahasa Palembang berasal dari Jawa. Namun pada dasarnya tidaklah demikian, bahkan sebaliknya, identitas Palembang sebagai korabolasi dari kebudayaan Melayu-Jawa terlepas dari sejarah Palembang itu sendiri. Menurut sumber sejarah lokal, Kesultanan Palembang muncul melalui proses yang panjang dan berkaitan erat dengan kerajaan-kerajaan besar dipulau Jawa. Seperti Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram. Palembang (Melayu-Sriwijaya) pada masa lalu adalah cikal bakal berdirinya kerajaan-kerajaan dipulau Jawa.

Dalam manuskrip sejarah Palembang diceritakan : Alkisah tersebutlah dalam satu masa di Bukit Siguntang duduk memerintah seorang raja bernama Raja Sulan yang mempunyai dua orang putra, masing-masing bernama Alim dan Mufti. Alim menjadi sultan setelah ayahandanya wafat, sedangkan Mufti menjadi sultan di Gunung Meru. Setelah Sultan Alim wafat ia digantikan oleh putranya tanpa melalui musyawarah dengan pamannya Sultan Mufti. Karena itu Sultan Mufti bermaksud untuk menurunkan putra Sultan Alim dari kedudukannya sebagai sultan di Bukit Siguntang.

Mendengar cerita tersebut maka putra Sultan Alim beserta rakyat dan pasukannya meninggalkan Bukit Siguntang menuju Indragiri. Mereka menetap di suatu daerah yang mereka pagari dengan uyung sebagai tempat pertahanan. Kemudian tempat tersebut bernama pagaruyung (Padang, Sumatera Barat). Setelah Sultan Mufti wafat, ia digantikan oleh putranya dengan pusat pemerintahan di Lebar Daun bergelar Demang Lebar Daun hingga tujuh turun lebih.

Demang Lebar Daun ini mempunyai seorang saudara kandung bergelar Raja Bungsu. Kemudian Raja Bungsu tersebut hijrah ke tanah Jawa, dinegeri Majapahit, bergelar Prabu Anom Wijaya atau Prabu Wijaya/Brawijaya sampai tujuh turun pula. Brawijaya yang terakhir memiliki putra bernama Aria Damar atau Aria Dilah dikirim ke tanah asal nenek moyangnya yaitu Palembang, ia dinikahkan dengan anak Demang Lebar Daun dan diangkat menjadi raja (1445 – 1486).

Ia juga mendapat kiriman seorang putri China yang sedang hamil, yakni istri ayahnya yang diamanatkan kepadanya untuk mengasuh dan merawatnya. Sang putri ini melahirkan putrj yang diberi nama Raden Fatah atau bergelar Panembahan Palembang, yang kemudian menjadi raja pertama di Demak. Pada saat Raden Fatah menjadi Raja Demak (1478 – 1518), ia berhasil membesarkan kekuasaannya dan menjadikan Demak Kerajaan Islam pertama di Jawa.

Akan tetapi kerajaan Demak tidak mampu bertahan lama karena terjadinya perang saudara, setelah kerajaan Demak mengalami kemunduran, muncullah Kesultanan Pajang. Penyerangan Pajang ke Demak mengakibatkan sejumlah bangsawan Demak melarikan ke Palembang. Rombongan dari Demak yang berjumlah 80 orang di kepalai oleh Sido Ing Lautan (1547-1552) menetap di Palembang Lamo (1 Ilir) yang saat itu Palembang dibawah pimpinan Dipati Karang Widura, keturunan Demang Lebar Daun.

Mereka mendirikan istana Kuto Gawang dan Masjid di Candi Laras (Pusri sekarang). Pengganti Pangeran Sido Ing Lautan adalah anaknya, Ki Gede Ing Suro (1552-1573), setelah wafat digantikan oleh Kemas Anom Adipati Ki Gede Ing Suro Mudo (1573-1630). Kemudian diganti saudaranya Sultan Jamaluddin Mangkurat II Madi Alit (1629-1630). Kemudian Sultan Jamaluddin III Sido Ing Puro (1630-1639). Sultan Jamaluddin Mangkurat IV Sido Ing Kenayan (1639-1650). Sultan Jamaluddin Mangkurat V Sido Ing Peserean (1651-1652). Sultan Jamaluddin Mangkurat VI Sido Ing Rejek (1652-1659). Sultan Jamaluddin VII Susuhan abdurrahman Candi Walang (1659-1706). Sultan Muhammad Mansyur (1706-1714). Sultan Agung Komaruddin (1714-1724). Sultan Mahmud Badaruddin (1724-1757), dst.

Pada abad ke-16 di Palembang mulai terbentuk dan tumbuh suatu pemerintahan yang bercorak Islam. Pangeran Aria kesumo (Kemas Hindi) pada tahun 1666 memproklamirkan Palembang menjadi negeri Kesultanan beliau bergelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam berkuasa (1659-1706). Dengan demikian Islam telah menjadi agama Kesultanan Palembang Darussalam dan pelaksanaan hukum Islam berdasarkan ketentuan resmi hingga berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam pada tahun 1823.

Lanjut –>

Komentar (1)

Tulisan yang Lebih Tua »
  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png