Fenomena Isap Aibon di Kalangan Anak-Anak Mengkhawatirkan


Beredar Luas, Tak Bisa Dipidana

Fenomena Isap Aibon di Kalangan Anak-Anak Mengkhawatirkan
Ngelem: Dengan mata menerawang ke depan, seorang anak terlihat mengisap lem aibon alias ngelem pada pada salah satu kawasan di Metropolis, tanpa menghiraukan suasana sekitarnya.

_____________________________________________________

Belum adanya aturan dalam KUHP tentang penyalahgunaan lem aibon, bisa menjadi pintu masuk pelaku “ngelem” berbuat semaunya. Padahal, tindakan tersebut merusak mental dan kesehatan.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Budaya ngelem (isap aibon, red) kini bukan sesuatu yang asing lagi. Ini menjadi keprihatinan tersendiri. Apalagi, kegiatan seperti itu kerap diperlihatkan anak-anak di pinggir jalan umum. Tak heran, salah satu bahan kimia yang dijadikan sarana untuk mabok ini menjadi konsumsi kalangan anak di bawah umur, termasuk siswa sekolah dasar (SD).

Yang menjadi masalah, perilaku tak patut dicontoh itu tidak hanya terjadi d Metropolis, melainkan sudah merambah hingga daerah. Kondisi inilah yang patut diperhatikan. Karena akan berdampak terhadap kualitas penerus bangsa. Oleh karenanya, dibutuhkan sanksi tegas untuk memberi efek jera kepada pemakai. (MORE…)

Wako Buat Lubang Biopori


Wako Buat Lubang Biopori
Wali kota Palembang H Romi Herton membuat lubang biopori di Kambang Iwak, kemarin

__________________________________________________

PALEMBANG — Wali Kota Palembang H Romi Herton serius dalam melakukan penataan Kota Palembang. Berbagai konsep dilakukan demi mewujudkan Kota Palembang sesuai visi Palembang Emas. Salah satu untuk menata kota, dengan membuat lubang biopori di beberapa titik di wilayah Kota Palembang.

Kemarin (16/4) Wali Kota Palembang, H Romi Herton secara langsung membuat lubang biopori di kawasan Kambang Iwak. Lubang biopori ini berfungsi sebagai sebagai resapan air, dengan demikian dapat menghindari terjadinya genangan air di permukaan tanah. Lubang biopori dibuat di daerah drainase di dataran yang lebih tinggi, sehingga pada saat hujan turun dapat menyerap air dengan sempurna. (MORE…)

60 Truk Angkutan Tanah Terjaring


Tiga Unit Dikandang

60 Truk Angkutan Tanah Terjaring
Puluhan truk yang mengangkut tanah yang melintas di seputar Jalan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, terjaring razia yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kemarin.

__________________________________________________

PALEMBANG — Sebagai upaya penertiban angkutan sekaligus menjaga kebersihan di kawadan Kota Palembang, Dinas Perhubungan Kota Palembang bekerja sama pihak kecamatan melakukan razia dan sosialisasi truk angkutan tanah yang lalu lalang di seputaran Jalan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Demikian diungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Masripin Toyib, di ruang kerjanya kemarin. Dia menambahkan, sebanyak 60 unit truk angkutan tanah dari jenis dump truck, fuso, dan truk PS 125 diberkan sosialisasi dan penjelasan, serta pemeriksaan. “Hari ini (kemarin, red) ada sekitar 60 truk lebih yang kita periksa dan kita berkan sosialisasi terkait angkutan truk baik pasir maupun tanah untuk menggunakan terpal,” terangnya. (MORE…)

Kalengkan Pindang Patin


Kalengkan Pindang Patin PALEMBANG — Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel merencanakan pengalengan untuk berbagai produk khas Sumsel. Ini upaya Pemprov Sumsel untuk mendukung produk lokal agar mampu bersaing di pasaran.

Menurut Kepala Balitbangnovda Sumsel, Dr Ekowati Retnaningsih SKM MKes, pengadaan inkubator teknologi untuk pengalengan itu dalam proses pengadaan. “Harapannya, akhir tahun ini sudah dapat dioperasionalkan untuk membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM),” bebernya.

Pada tahap awal, yang akan dikalengkan adalah makanan khas Sumsel, pindang patin. “Setetalh itu, kami akan gandeng semua UKM untuk mengalengkan produk mereka,” tuturnya.

Selama ini, kemasan yang tidak menarik menjadi salah satu kelemahan produk dari UKM Sumsel. Kemasan itu sangat berpengaruh terhadap penjualan. Penelitian Balitbangnovda Sumsel, Daricha Risanti menuturkan, untuk pengalengan pindang patin ini, pihaknya melakukan kersa sama dengan LIPI dan beberapa instansi terkait lainnya. (MORE…)

Monorel Dibangun, Baru Bongkar Reklame


Monorel Dibangun, Baru Bongkar Reklame PALEMBANG — Dinas Tata Kota Palembang belum akan membongkar tiang-tiang reklame di sepanjang median jalan protokol. Pembongkaran menunggu pengerjaan fisik proyek monorel dimulai.

“belum akan kami bongkar tiang-tiang reklamenya karena saat ini masih menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar. Akan dibongkar kalau sudah memasuki pengerjaan fisik monorel,” kata Kepala Dinas Tata Kota, Isnaini Madani.

Tidak hanya tiang reklame yang nantinya akan dibongkar, tapi juga lampu jalan, jembatan penyeberangan, taman dan lain sebagainya. “Semuanya akan diinventarisir dan ditata kembali sesuai tata ruang kota Palembang,” ujarnya.

proses pemindahan reklame bertiang juga tidak bisa serta merta dilakukan. Tiang-tiang reklame tersebut milik swasta sehingga harus dipindahkan sendiri oleh pemiliknya (pihak advertising). “Sebelum pemindahan, pihak advertising itu harus mengajukan usulan tempat baru,” imbuh Isnaini.

Jika lokasi yang dipilih tidak sesuai dengan tata ruang kota, tentu tidak akan diizinkan. Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang lokasinya berdekatan dengan stasiun pemberhentian monorel tidak akan digusur, JPO itu justru akan terintegrasi dengan stasiun pemberhentian.

Terkait rencana pembangunan monorel ini, Pemkot Palembang akan ikut andil dalam menyediakan stasiun pemberhentian. (yun/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 16 April 2014

%d bloggers like this: