Waspada Angin Puting Beliung


Waspada Angin Puting Beliung
Jelang Hujan: Cahaya kilat jelang hujan yang tertangkap kamera foto di langit wilayah Palembang, kemarin malam.

___________________________________________________________

PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel memperkirakan semua kabupaten/kota masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga Mei nanti.

“Seluruh wilayah Sumsel berpotensi turun hujan lebat pada sore dan malam hari,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, kemarin.

Menurutnya, Sumsel akan memasuki masa peralihan musim atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Karenanya, besar kemungkinan menjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba dan signifikan. Hujan di wilayah Sumsel juga dipengaruhi tingginya intensitas penguapan air. (MORE…)

Sebulan Menghilang, Djuremi Tinggal Tengkorak


Mengapung di Kolam

Sebulan Menghilang, Djuremi Tinggal Tengkorak
Tengkorak: Anggota Unit Identifkasi Polresta Palembang menarik jasad Djuremi yang tinggal tengkorak, kemarin (21/4). Inzet: Kapolsekta Sako AKP Oloan Purba, memperlihatkan selebaran hilangnya Djuremi.

___________________________________________________

PALEMBANG — Tatapan Mulyadi (42), tertuju pada sebuah benda yang mengapung di sebuah kolam di Jl MR R Sudarman Ganda Subrata, Gg Family, RT 24/8, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang. Siang kemarin (21/4), sekitar pukul 11.00 WIB, Mulyadi sedang bekerja membuat atap salah satu rumah di Kompleks Puri Sejahtera,, yang persis di samping Gg Family.

“Ternyata ada mayat ngambang,” ujar Mulyadi (42), warga Jl Margoyoso, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni. Dia pun berinisiatif memberitahu satpam kompleks, hingga warga berduyun-duyun ingin melihat dari dekat penemuan mayat manusia yang sudah tinggal tengkorak itu. (MORE…)

35 Armada Sampah Uzur


35 Armada Sampah Uzur
Butuh Peremajaan: Tampak bak-bak sampah tidak terpakai dibiarkan bertumpuk dan kena hujan panas.

_________________________________________________

PALEMBANG — Dari total 98 mobil sampah milik Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, 35 unit diantaranya sudah tidak layak operasional lantaran uzur. Rata-rata armada yang tua itu produksi tahun 1995.

“Sebenarnya sudah tidak lagi dioperasionalkan. Tapi, tetap kami fungsikan. Kalau disetop, khawatir sampah yang ada tidak terangkut secara maksimal,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dkk Palembang Syaril Taat. (MORE….)

Belum Siap Kalah, Depresi Mengintai


Baru Timses Caleg Dirawat di RS ERBA

Belum Siap Kalah, Depresi Mengintai
Rumah Sakit Ernaldi Bahar (ERBA) menyiapkan Ruang Cendrawasih untuk antisipasi pascapileg bagi caleg stress karena kalah pileg.

____________________________________________________

PALEMBANG — Pemilu legislatif telah usai beberapa minggu lalu. Namun, pesta demokrasi itu ternyata menyisakan kenangan pahit bagi bagi sejumlah calon angota legislatf (caleg) yang kalah.

Meskipun saat masih proses rekapitulasi suara, tapi para caleg sudah ada yang bisa mengetahui apakah akan duduk di gedung DPR, DPRD atau tidak.

Namun ternyata, bukan hanya caleg yang bisa mengalami depresi atau gangguan kejiwaan karena kalah dalam pileg ini. Para tim sukses yang sudah berjuang membantu caleg tersebut, juga tak luput dari depresi pasca pileg ini. (MORE…)

Fenomena Isap Aibon di Kalangan Anak-Anak Mengkhawatirkan


Beredar Luas, Tak Bisa Dipidana

Fenomena Isap Aibon di Kalangan Anak-Anak Mengkhawatirkan
Ngelem: Dengan mata menerawang ke depan, seorang anak terlihat mengisap lem aibon alias ngelem pada pada salah satu kawasan di Metropolis, tanpa menghiraukan suasana sekitarnya.

_____________________________________________________

Belum adanya aturan dalam KUHP tentang penyalahgunaan lem aibon, bisa menjadi pintu masuk pelaku “ngelem” berbuat semaunya. Padahal, tindakan tersebut merusak mental dan kesehatan.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Budaya ngelem (isap aibon, red) kini bukan sesuatu yang asing lagi. Ini menjadi keprihatinan tersendiri. Apalagi, kegiatan seperti itu kerap diperlihatkan anak-anak di pinggir jalan umum. Tak heran, salah satu bahan kimia yang dijadikan sarana untuk mabok ini menjadi konsumsi kalangan anak di bawah umur, termasuk siswa sekolah dasar (SD).

Yang menjadi masalah, perilaku tak patut dicontoh itu tidak hanya terjadi d Metropolis, melainkan sudah merambah hingga daerah. Kondisi inilah yang patut diperhatikan. Karena akan berdampak terhadap kualitas penerus bangsa. Oleh karenanya, dibutuhkan sanksi tegas untuk memberi efek jera kepada pemakai. (MORE…)

%d bloggers like this: