Foto: Semarak Idul Fitri 1435 H


Foto: Semarak Idul Fitri 1435 H
Penuh Suka Cita: Hari Raya Idul Fitri 1435 H menjadi momen tersendiri bagi ummat muslim di dunia. Bahkan disambut dengan suka cita. Begitu pula di Sumatera Selatan (Sumsel). Di Palembang misalnya, setelah Kementerian Agama RI menetapkan 1 Syawal jatuh pada 28 Juli, kegembiraan begitu kentara pada warga Metropolis. Mereka Meluapkannya dengan turun ke jalan untuk takbir keliling menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Takbir, tahmid dan tahlil pun berkumandang bersahutan. Keesokan harinya, ribuan ummat muslim menggelar shalat Ied berjemaah baik di masjid hingga lapangan terbuka. Kemudian dilanjutkan silaturrahmi antarsesama hingga berlibur di tempat wisata. (*) (MORE….)

Mengenal Tradisi Rumpak-rumpakan di Kampung Arab Palembang


Penuh Keakraban, Jalin Silaturrahmi

Mengenal Tradisi Rumpak-rumpak di Kampung Arab Palembang
Akrab: Tradisi rumpak-rumpakan hingga kini tetap lestari di kalangan masyarakat keturunan Arab di Kampung Arab Kuto Palembang. Seperti halnya pada 2013 lalu, usai shalat Id, tradisi ini digelar dengan mengunjungi rumah warga.

________________________________________

Tradisi saat merayakan Idul Fitri memunculkan keunikan tersendiri di tengah masyarakat. Salah satunya adalah mengunjungi keluarga, kerabat, tetangga, dan teman untuk bersilaturrahmi dan saling bermaaf-maafan

* * * * * * * * * * * * * * *

Di Palembang, tradisi berupa sanjo atau rumpak-rumpakan tetap lestari. Bahkan, dipertahankan turun-temurun. Tak hanya di kalangan masyarakat Palembang, ternyata tradisi tersebut dilakukan juga oleh masyarakat keturunan Arab Hadramaut di Metropolis.

Rumpak-rumpakan merupakan tradisi silaturrahmi yang dilakukan secara beramai-ramai yang sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu. rumpak-rumpakan sendiri dilaksanakan selama dua hari bagi keturunan Arab Hadramaut di kawasan Ilir. (MORE….)

Bentuk Tim Siaga, Pengguna Layanan Seluler Meningkat


Lebaran, Jamin Koneksi Lancar

Bentuk Tim Siaga, Pengguna Layanan Seluler Meningkat
Kondisi Jaringan: Tim siaga PT Telkomsel Region Sumbagsel menjelaskan kondisi jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah Sumbagsel. Operator seluler ini meningkatkan kapasitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi pelanggan di momen Lebaran

_________________________________________

Antisipasi tingginya pengguna voice, SMS, maupun data saat Lebaran membuat sejumlah operator telah melakukan penambahan jaringan. Tak hanya itu, provider juga mempersiapkan program-program selama perjalanan mudik dan Lebaran.

* * * * * * * * * * * * * * *

Selama perjalanan mudik Lebaran, masyarakat tak perlu khawatir putus koneksi dengan keluarga, teman maupun kerabat. Pasalnya seluruh provider telah menambah kualitas layanan sejak awal Ramadhan lalu. Seperti PT Telkomsel menjamin koneksi jaringan lancar. Itu lantaran, saat ini pihaknya terus melakukan perbaikan dan kontrol di beberapa BTS (base transceiver station) mulai dari Pelabuhan Bakauheni–Jambi yang diprediksi menjadi jalur arus pemudik.

“Kami pastikan selama perjalanan mudik, konsumen tidak akan terputus koneksi, karena sinyal sudah kami perbesar sejak awal puasa lalu,” ujar General Manager Sales and Customer care PT Telkomsel Sumbagsel, Syawaluddin didampingi corporate communication Agus Winarto kepada Sumatera Ekspres, kemarin. (MORE….)

Menelusuri Jejak Sekolah Memprihatinkan di Kota Palembang


Belajar di Eks Gudang Padi, Mampu UN Sendiri

Menelusuri Jejak Sekolah Memprihatinkan di Kota Palembang
Memprihatinkan: Para murid SD Empat Tunggal yang berlokasi di tepian Sungai Ogan Serikat, Kelurahan 15 Ulu belajar di tempat yang tidak layak disebut sebagai kelas. (inset) Dua murid mencoba kursi dan meja bantuan PSMTI Sumsel

________________________________________

Sebuah bangunan panjang berdinding papan kusam, tanpa cat dan terlihat rapuh berdiri di tepi Sungai Ogan Serikat, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Andai tak ada plang nama di bagian depan dinding, tak akan ada yang menyangka kalau itu bangunan sekolah.

* * * * * * * * * * * * * * *

Namanya Sekolah Dasar (SD) Empat Tunggal. Sekolah swasta ini milik Yayasan Empat Tunggal. Ketuanya yang juga Kepala Sekolah SD tersebut, H Malik Mahiya. Untuk mencapai ke sana tidak terlalu susah. Lokasinya bagian belakang kompleks OPI Jakabaring. Mungkin ada sekolah lain yang kondisnya memprihatinkan, tapi salah satunya SD ini.

Kepala SD Empat Tunggal, H Malik Mahiya mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya itu berdiri sejak 1978. “Sebenarnya, sebelum itu sudah ada, tapi baru terdaftar pada 1978 di Dinas Pendidikan,” ujarnya. Dalam usianya yang menginjak 36 tahun, sudah beberapa kali sekolah ini pindah tempat.

Dan berada di lokasi sekarang terhitung 2003 lalu. H Malik menjelaskan, bangunan kayu sepanjang kurang lebih 10 meter dan lebar enam meter yang mereka jadikan SD Empat Tunggal sekarang dahulunya gudang penyimpanan beras. “Saat kami diminta pindah dari lokasi lama di kawasan Sungai Buaya, dapat informasi ada bangunan ini. Akhirnya kami sewa untuk meneruskan keberadaan sekolah ini. Per tahun sewanya Rp 2,5 juta,” bebernya. (MORE….)

Kebakaran Melanda, Siapa yang harus Bertanggung Jawab?


Pelanggan Mengabaikan Instalasi

Kebakaran Melanda, Siapa yang harus Bertanggung Jawab?
Membara: Si jago merah melalap bangunan rumah toko (ruko) yang beralamat di Jl SMB II menjelang Ramadhan lalu. Dari insiden tersebut kerugian yang dialami cukup signifikan

________________________________________

Sebulan terakhir, musibah kebakaran terus melanda Metropolis. Kerugian yang dialami korban tak hanya dari segi materi, melainkan harus kehilangan anggota keluarganya karena tewas terbakar. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab terkait insiden tersebut?

* * * * * * * * * * * * * * *

Tak ada yang tahu kapan musibah datang. Termasuk kebakaran. Namun selaku manusia sebagai makhluk sosial, sudah sepatutnya mengantisipasi. Terlebih, saat si jago merah ngamuk, maka akan berdampak fatal. Tak hanya pada diri sendiri, malainkan orang lain. Dari sekian kasus kebakaran yang terjadi, korsleting listrik selalu jadi asumsi pertama ketika terjadi kebakaran. Meskipun belum ada penyelidikan khusus, namun dugaan sementara selalu tertuju ke arah korsleting PLN.

Deputi Manager Humas dan Hukum PT PLN S2JB, Lilik Hendro Purnomo mengungkapkan, jika kebakaran berasal dari instalasilistrik bukan tanggung jawab PLN. Melainkan pemilik rumah dan konsuil, karena telah memberikan sertifikasi layak operasional (SLO). “Tanggung jawab kami (PLN, red) dari kWh-ampere sampai ke tiang listrik. Selebihnya ditanggung pemilik rumah,” ujarnya kemarin (21/7). (MORE….)

%d bloggers like this: