Asalamu’alaikum.. Wr.. Wb..
Saya Muhammad Ridwan (iwandj) mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H. Minal aidin walfa’idzin, mohon maaf lahir dan batin.
Asalamu’alaikum.. Wr.. Wb..
Saya Muhammad Ridwan (iwandj) mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H. Minal aidin walfa’idzin, mohon maaf lahir dan batin.
Ingat, Cukup Contreng Sekali
PEMILIHAN presiden dan wakil presiden tanggal 8 Juli tinggal empat hari lagi. Berbagai persiapan final dilakukan oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) termasuk KPUD Sumsel. Salah satunya, gencar mensosialisasikan tata cara pemilihan.
Nah, pada pilpres kali ini, jauh lebih mudah dibandingkan dengan pemilu legislatif (pileg), 9 April lalu. Salah satu alasannya, karena yang dipilih hanya ada tiga calon pasangan presiden dan wapres. Dampaknya, surat suara jadi sangat kecil dan mudah dibuka, tidak seperti lebarnya surat suara ketika pileg lalu.
KPUD Sumsel dan jajaran KPUD kabupaten/kota di 15 daerah telah mensosialisasikan cara memilih yang benar. “Pilpres berbeda dengan pileg. Kali ini relatif lebih sederhana. Selain calonnya lebih sedikit, masyarakat juga cukup memahami tata cara pemilihan dengan mencontreng. Kami cukup optimis pilpres lebih sukses,” kata anggota KPUD Sumsel bidang sosialisasi, Ong Berlian, kemarin. Dijelaskannya, pemilihan cukup mencontreng satu kali pada surat suara yang nantinya dibagikan petugas tempat pemungutan suara (TPS). Bisa pada nama, nomor urut atau pada foto capres dan cawapres.
“Kita optimis pilpres kali ini sukses. Sosialisasi juga telah dilakukan baik melalui media cetak, elektronik maupun dengan spanduk dan baliho,” jelas Ong. Meski telah berpengalaman dan diyakini mengetahui tata cara mencontreng yang benar, terselip kekhawatiran akan semakin tingginya angka golongan putih (golput, red). Salah satunya dipicu kejenuhan masyarakat terhadap banyaknya pemilihan yang berlangsung di Indonesia.
KPUD Sumsel mencatat, angka golput di Sumsel pada pileg lalu mencapai 24 persen. Sementara tingkat partisipasi politik 76 persen. “Sepanjang tahun masyarakat dihadapkan dengan 529 pemilu dan pilkada yang digelar di Indonesia. Kejenuhan ini harus disikapi dengan terus melakukan pendidikan politik,” tutur Ong lagi.
Sementara, jumlah mata pilih dalam dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilpres 8 Juli di Sumsel ada 5.320.892 orang atau bertambah sekitar 2,5 persen dari DPT pileg lalu yang jumlahnya 5.192.693 orang. Untuk di Palembang, angka golput pada pileg lalu mencapai 30 persen. Untuk itu, KPUD kota Palembang sejak jauh hari telah melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Anggota KPUD Kota Palembang bidang sosialisasi, Yudha Mahrom Saputra, mengatakan, masalah golput tak terlalu mengkhawatirkan karena pihaknya sudah menyiapkan formulir A7 (hingga H-1) bagi mereka yang ingin pindah TPS. “Jadi, meski libur ke luar kota, pemilih tetap bisa menggunakan hak pilih,” katanya.
Formulir A7 dapat diambil pemilih di KPPS pada kelurahan dimana pemilih berdomisili. Cukup dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Selanjutnya pemilih membawa formulir A7 tersebut ke TPS dimana ia akan memilih. Cukup dengan menunjukan KTP, maka pemilih dapat memilih di sana.
Khusus bagi penyandang cacat khususnya tunanetra, telah disiapkan alat bantu berupa tulisan braile di tiap TPS. KPUD Kota Palembang menyiapkan 4 alat bantu tunanetra. Pihaknya juga menyiapkan formulir A5 (formulir pendamping) bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dalam menentukan pilihannya. “Jadi mereka masih tetap bisa memilih dengan didampingi keluarga atau orang terdekat.” bebernya. (mg16)
Sumatera Ekspres, Minggu, 5 Juli 2009.
Antisipasi Kecurangan PSB
BANYUASIN - Untuk mengantisipasi kecurangan dalam penerimaan siswa baru (PSB), Dinas Pendidikan (Diknas) Banyuasin menurunkan tim. Tim diketuai Kadiknas Drs Sutrisno ini akan mengevaluasi sistem PSB yang diterapkan setiap sekolah. “Dalam PSB, seleksi dilakukan langsung pihak sekolah, termasuk pengadaan soal dan pengawasaannya. Jadi, tak menutup kemungkinan adanya kecurangan,” ujar Kabid Pendidikan Lanjutan Diknas, HM Harun Samsudin, kemarin.
Dikatakan Harun, berdasarkan Keputusan Mendiknas No 41 tentang Sarana dan Prasarana, jumlah siswa untuk satu lokal dibatasi hingga 32 siswa. “Meski jumlah peminat melebihi batas kapasitas, sekolah harus mengambil kebijakan berdasarkan hasil seleksi. Kepala sekolah yang melakukan pelanggaran akan disanksi,” tegasnya.
Soal isu penjualan kursi? Menurutnya, PSB sangat rawan dengan penjualan kursi, baik itu dilakukan oknum kepala sekolah maupun tenaga pengajar. “Kita sudah berulang kali memperingatkan kepala sekolah untuk tak “bermain” dalam PSB, termasuk menarik biaya PSB, daftar ulang dan SPP,” jelasnya. (32)
Sumatera Ekspres, Sabtu, 4 Juli 2009.
Lewat Website dan SMS
PALEMBANG - Pengumuman pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) tingkat SMPN dan SMAN, dapat diakses melalui dua cara yakni websit www.diknaspalembang.net dan short messege service (SMS) dengan cara ketik PSB (no test) kirim ke 9800 tarif Rp1.000/sms (Telkomsel, Indosat, XL, Flexi, 3, Fren, Esia).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Palembang, H Hatta Wazol SE MM melalui Kabid (Kepala Bidang) SMP/SM Drs H Reza Fahlevi MM mengatakan, materi PSB SMPN meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. SMAN meliputi tes Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS. Waktu selama dua jam (120 menit, red). “Pengumuman SMPN dapat diakses pada malam 7 Juli sedangkan SMAN malam 8 Juli. Untuk di sekolah pelaksanaan tes pada 8-9 Juli,” beber Reza, kemarin (2/7).
Dikatakannya, besok (hari ini, red) total peserta PBS SMPN sebanyak 22.588, dengan daya tampung sebanyak 15.192 siswa atau 59 persen, sedangkan daya tampung SMP swasta sebanyak 10.498 siswa atau 41 persen. “Peserta PSB terbanyak terdapat pada SMPN 7, total peserta 782 orang,” ungkapnya.
Ruangan digunakan sebanyak 1.135 ruang, setiap ruangan berisi 20 peserta dengan diawasi satu orang pengawas dengan sistem silang murni. Untuk pelaksanaan tes masuk SMA/SMK dilaksanakan besok (4/7), dengan daya juga disesuaikan dengan kelulusan SMP/MTs yang berjumlah 25.027 orang. Dengan rincian daya tampung SMA/SMK negeri 8.199 siswa atau 32,76 persen, daya tampung SMA/SMK swasta 16.828 siswa atau 67,24 persen.
“Jika ditinjau secara teknis (rekap, red) daya tampung SMA/SMK tahun 2009/2010 lulusan SMP/MTS 25.027 siswa, daya tampung SMA negeri 5.419 orang atau 21,65 persen, daya tampung SMK negeri 2.780 siswa atau 11,11,” tutur Reza.
Orang tua dan siswa jangan percaya dengan hal yang dapat merugikan, yang bersifat ilegal dan tidak benar. Apalagi sampai ada orang meminta uang untuk keberhasilan anaknya. “Perlu diketahui, soal baru diambil oleh sekolah penyelenggara pada pukul 06.00 WIB pagi dengan dikawal oleh pengawas Disdikpora,” ingatnya. (mg21)
Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Juli 2009.
Sampan Terisap Pusaran Air
MUARA ENIM - Tragis, Juwita (25), hanya bisa berteriak-teriak histeris di pinggir Sungai Lematang, menyaksikan suami dan anaknya, Hiron (30) dan Edo (9), hilang tenggelam ditelan Sungai Lematang. Sebab sampan yang ditumpangi dua beranak itu, terisap pusaran air di perairan Sungai Lematang, Kamis (2/7) sekitar pukul 08.30 WIB.
Mendengar jeritan Juwita dipinggir sungai, warga desanya, Desa Baturaja, Kampung I, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, langsung semburat berdatangan. Namun karena derasnya arus dan dalamnya Sungai Lematang, membuat warga kesulitan melakukan pencarian. Hingga malamnya (sekitar pukul 20.00 WIB), keberadaan kedua korban yang tenggelam itu belum berhasil ditemukan.
Sementara sampannya yang sempat tenggelam terisap pusaran air, sudah timbul kepermukaan air. “Kita (polisi, red) dan warga telah melakukan penyisiran. Hingga tadi malam, kedua korban belum ditemukan,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP H Yohanes Soeharmanto SH SIk, melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Nusirwan SE, kemarin.
Dijelaskan Nusirwan, pagi itu kedua beranak itu (Hiron dan Edo), hendak pergi ke kebun karetnya di Desa Pangkalan Babat. Untuk mencapai kebunnya yang berada di seberang Sungai Lematang dari rumahnya, korban naik sampan miliknya. Istrinya (Juwita) tidak ikut ke kebun, hanya ikut mengantar sampai ke tepian Sungai Lematang.
Belum jauh kedua beranak itu mengarungi Sungai Lematang menggunakan sampannya, tiba-tiba perahunya oleng terisap pusaran air. Bahkan kuatnya pusaran air, membuat sampan dan dua penumpangnya langsung tenggelam. “Korban Hiron sempat timbul dan berusaha menarik anaknya (Edo, red). Tapi derasnya arus sungai, membuat Hiron lemas hingga tenggelam lagi bersama anaknya,” urai Nusirwan.
Sementara melihat suami dan anaknya timbul tenggelam berjuang melawan arus Sungai Lematang, Juwita yang berada di pinggir sungai hanya bisa menjerit histeris. Dia tak kuasa memberikan pertolongan. Namun teriakannya, setidaknya sudah membuat warga sekitar berdatangan dan menghubungi petugas Polsek Rambang Dangku. “Kita terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi pusaran air hingga ke bagian hilir sungai,” pungkas Nusirwan. (43)
Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Juli 2009.

“Setiap kamu (orang) adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap yang dipimpin, dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Seorang laki-laki (suami) menjadi pimpinan keluarga dan dia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Seorang wanita (istri) menjadi pimpinan dalam rumah tangganya itu. Seorang pembantu menjadi pimpinan (pemelihara) harta benda tuan/majikannya dan bertanggung jawab memeliharanya. Seorang anak menjadi pimpinan atas harta benda orang tuanya dan bertanggung jawab atas hal itu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dari pernyataan hadits di atas betapa Allah telah menempatkan manusia sebagai makhluk terhormat dan terpilih. Terpilih menjadi subyek/pemeran utama dalam mengatur dan mengendalikan dunia bagaimana menjadi tempat yang membawa kesejahteraan dan kedamaian. Oleh karena itulah setiap pemimpin dituntut mempertanggungjawabkan kedudukannya.
Menurut bahasa Islam pemimpin memiliki beberapa sebutan yaitu ; imam, Ro’is, Ro’in yang berarti pemimpin/pemuka. Namun Rasulullah SAW pada pihak lain mengatakan bahwa pemimpin itu adalah pengembala/pelayan sebagaimana sabdanya ; “Pemimpin suatu kelompok adalah pelayan dari kelompok tersebut.” Ini mengisyaratkan pemimpin bukan penguasa tapi pemimpin adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap kemakmuran rakyatnya.
Sedangkan menurut istilah pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu dan bertindak sesuai kedudukannya.
Berdasarkan pengertian tersebut diatas maka antara pemimpin dengan kelompok yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah. Karena mengingat besarnya tanggungjawab menjadi pemimpin didalam lingkungan masing-masing sesuai dengan ruang lingkup dan daerah kekuasaan masing-masing, maka syariat Islam menetapkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Rendah hati (Tawadhu’)
Dalam hal ini khalifah Abu Bakar Siddiq mengatakan bahwa pada hakikatnya kedudukan pemimpin itu tidak berbeda dari pada rakyat biasa. Bukan karena ia orang istimewa, supermen. Tapi hanya sekedar orang yang didahulukan selangkah, yang mendapat kepercayaan dan bantuan orang banyak. Maka tidaklah pantas jika memiliki sifat sombong, congkak, takabur. Karena diatas pundaknya terpikul satu tanggung jawab yang besar dan berat terhadap apa yang dipimpinnya, lebih-lebih lagi terhadap Allah SWT. Untuk itulah mereka membutuhkan pikiran dan bantuan orang lain. Oleh karena itu dengan sifat rendah hati yang dimiliki mereka akan mendapat simpati dan dukungan dari orang banyak.
2. Terbuka Menerima Koreksi
Setiap pemimpin memerlukan dukungan dan partisipasi dari bawahan yang dipimpinnya. Betapapun hebatnya ilmu dan keahlian yang dimiliki mereka tidak akan bisa melaksanakan tugasnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu seorang pemimpin harus terbuka untuk menerima kritik, sepanjang kritik itu sehat dan membangun. Rasulullah SAW menganjurkan agar berani menyampaikan kebenaran sekalipun kepada pemimpin apabila mereka berbuat dzalim. Beliau mengatakan bahwa pekerjaan tersebut adalah seutama-utama jihad.
3. Amanah Dan Jujur
Amanah adalah sifat yang dipercaya dan memelihara kepercayaan. Agama Islam mewajibkan kepada setiap muslim/muslimah agar memelihara/menjaga amanah. Jabatan/kedudukan, kekuasaan merupakan barang titipan karena itu harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya jabatan atau kekuasaan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia merupakan hinaan dan penyesalan bagi yang memegangnya, kecuali orang yang menerima dan menunaikan secara haq.” (HR. Muslim)
4. Berlaku Adil
Yang dimaksud dengan adil adalah meletakkan suatu urusan sesuai tempatnya atau menimbang dan memperlakukan sesuatu dengan cara yang sama dan serupa, tidak terpancing, tidak berat sebelah. Lawan daripada adil adalah dzalim yaitu bertindak sewenang-wenang. Agama Islam menempatkan urusan keadilan ini pada tempat yang amat esensial dan strategis. Firman Allah SWT yang artinya : “Sesungguhnya Allah memerintahkan menegakkan keadilan dan berbuat baik.” (QS. An-Nahl : 90)