Tuntut Upah Rp 3.439.000


Protes UMP Berdasarkan KHL terendah

PALEMBANGRibuan buruh, yang bergabung dalam Front Buruh Sumsel Bersatu, menggelar aksi menolak upah minimum provinsi (UMP) tahun depan (2015) sebesar Rp 1.974.346. berseragam serba merah dan membawa puluhan spanduk, mereka jalan kaki dari pelataran BKB, menyusuri Jl Jenderal Sudirman, belok ke Jl Radial, dan berakhir di halaman DPRD Sumsel.

”Kami tidak sepakat dengan UMP yang diputuskan pemerintah. Kami berharap UMP bisa sesuai dengan pengajuan kami, yakni Rp 3.439.000,” kata Suyono Yakub, koordinator Front Buruh Rakyat Sumsel Bersatu. Selain tuntutan itu, ribuan buruh ini juga menolak rencana kenaikan BBM dan meminta pemerintah membangun sistem pendidikan yang bervisi kerakyatan untuk kemandirian bangsa.

”Kami ingin pemerintah menghapuskan sistem uang kuliah tunggal dan sistem kerja outsourching atau kontrak, serta melakukan verifikasi ulang anggota Dewan Pengupahan,” cetusnya. Ditambahkannya, rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM akan membaut rakyat semakin terjerembab ke dalam jurang kemiskinan.

Ditambahkan Suyono, keputusan UMP Rp 1.974.346 tidak sesuai dengan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Sumsel. “Dewan Pengupahan mengambil nilai KHL terendah di OKUT, dan hanya satu pasar. Semestinya survei KHL ini harus dari tiga pasar induk di Sumsel,” bebernya.

Katanya, KASBI Sumsel telah melakukan survei sendiri dan rata-rata dari tiga pasar yang disurvei didapat nominal KHL terendah di atas 2 jutaan. Aksi juga diwarnai teaterikal yang menceritakan makin terpuruknya kehidupan para buruh dengan UMP kecil, kepentingan kapitalis, dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

MORE >>>>

Dua Kali Dihajar Massa dalam Satu Hari


Pencabulan dan Curanmor

Dua Kali Dihajar Massa dalam Satu Hari
Babak Belur: Kapolsekta Kalidoni, AKP Rahmat Syawal Pakpahan (baju merah), interogasi tersangka Rahmad Adi Saputra. Tersangka babak belur setelah dua kali dihajar massa, kasus curanmor dan pencabulan.

________________________________________

PALEMBANGRahmad Adi Saputra (27) dua kali dihajar massa dalam satu malam. Pertama dihajar massa dalam kasus pencabulan, “lolos” dari kasus itu dia malah coba curi sepeda motor. Kali kedua dia dihajar massa sampai babak belur dan banyak mengucurkan darah dari bagian wajah dan kakinya.

Kini warga Jl Kadir TKR, RT 42, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus itu sudah diamankan di Mapolsekta Kalidoni atas aksinya pada Rabu (29/10). Menurut pengakuan tersangka Rahmad, dia pergi dari rumah pamit kepada istrinya hendak melamar pekerjaan ke Jl Saptamarga, Kalidoni.

Dalam perjalanan bersepeda motor, sekitar pukul 15.00 WIB di Jl R Soekamto depan PTC Mall, tersangka melihat seorang perempuan berdiri di pinggir jalan sedang menunggu angkutan umum. “Aku setop di situ, Pak, liat keadaan sepi aku deketi cewek itu. Aku remes dadonyo, aku diteriakkenyo maling. Terus aku dihajar massa,” akunya.

MORE >>>>

Menyelamatkan Korban Tumbal Pesugihan


Menyelamatkan Korban Tumbal Pesugihan

Oleh: Rachyanto

Gara-gara makan sepotong roti, Mukmin (38, sebut saja begitu namanya), nyaris kehilangan nyawa. Pasalnya begitu roti buatan pabrik tempatnya bekerja masuk ke dalam rongga perut, sekonyong-konyong sekujur badan Mukmin terasa panas. Suhu tubuh naik drastis hanya dalam hitungan detk. Lalu tak ayal ia pun jatuh pingsan!

____________________________________________

Mukmin yang tidak sadarkan diri itu pun dibawa lari ke rumah sakit terdekat. Tetapi sayang belum juga mendapatkan penanganan medis dari dokter jaga yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Mukmin sudah divonis meninggal dunia. Tetapi anehnya seorang praktisi metafisika bersikeras bahwa buruh pabrik roti itu belum meregang nyawa. Guru Besar sebuah perguruan silat tenaga dalam itu yakin Mukmin masih hidup. Mengapa hal itu bisa terjadi?

“Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2003 lalu,” kata Pak Syafruddin (58) mengenang peristiwa bertahun silam ketika dirinya melihat fenomena kematian ganjil yang dialami Mukmin. Saat itu dengan mata batinnya yang terlatih melihat bahwa anggota perguruan silat yang dipimpinnya itu mengalami kematian yang tiak wajar. Ia melihat sejumlah dedemit dan siluman dengan paksa merenggut nyawa Mukmin. Mereka membawa nyawa buruh pabrik roti ituke sebuah tempat di puncak Gunung Kawi.

MORE >>>>

Pengalaman Mistis Usai Melayat


Pengalaman Mistis Usai Melayat

Oleh: Abdul Wahab

Setelah melayat ke rumah duka dan akan kembali ke rumah, dalam perjalanan pulang Hengky bersama sahabat karibnya Jarwo, harus mengalami serentetan penampakan gaib. Jarwo yang sejak dulu dikenal penakut benar-benar dicekam ketakutan yang luar biasa begitu meihat makhluk pocong dan kuntilanak, sedangkan Hengky yang dikenal alim tetap sabar menghadapi berbagai penampakan tersebut.

_______________________________________


Saat itu Hengky masuk kantor seperti biasanya pada pukul 8 pagi. Kantor Hengky terletak tidak jauh dari GOR Saburai, Bandar Lampung. Saat sedang mengerjakan tugas-tugas kantor, sekitar pukul 10 pagi, ada pengumuman dari penerangan kantor yang mengabarkan berita duka cita. Karena ada salah satu ppegawai di instansi itu yang meninggal dunia. Hengky sempat terkejut, karena yang meninggal teman sejawat sebagai Satpol PP.

Padahal rencana Hengky bersama Jarwo, salah satu teman karibnya akan menjenguk Ardani, yang memang hampir seminggu ini mengalami sakit. Namun itulah takdir, manusia hanya berencana, tapi Tuhan berkehendak lain.

Rencana pun berubah, mereka akan melayat pada malam hari saja, karena pemakaman akan dilaksanakan keesokkan harinya, karena kebetulan ada beberapa tugas kantor yang tidak bisa ditinggalkan. Lalu setelah ngobrol dengan Jarwo, akhirnya disepakati pukul 7 malam akan berangkat dari rumah Hengky, maka Jarwo-lah yang akan menjemput Hengky, lalu berangkat bersama-sama menuju rumah duka.

MORE >>>>

Songket Dicalonkan Ke UNESCO


Untuk Jadi Warisan Budaya Dunia

Songket Dicalonkan Ke UNESCO PALEMBANGKesempatan menjadikan tenun songket sebagai warisan budaya dunia dimiliki Sumsel, saat ini. Pemerintah pusat mencalonkan tiga tenun songket untuk diusulkan ke United Nations Educations, Scientific, and Cultural Organzation (UNISCO).

“Songket salah satunya,” kata Kepala Disbudpar Sumsel, Farhat Syukri, didampingi Kasi Pengembangan Kebudayaan, Dian Permata Sari, kemarin. Dua lainnya yang juga sedang diteliti untuk dapat diajukan tenun Sintang dan Kendari.

Menurutnya, Palembang dipilih karena kain tenun khas Sumsel, yakni songket, sangat terkenal dan mendunia. Untuk bisa memastikan diri dapat diajukan diri ke UNESCO, ada tiga persyaratan yang harus terpenuhi.

Salah satunya, usia tenun songket harus udah lama. Lalu, secara kuantitas, berapa banyak masyarakat di suatu daerah yang mengenakan songket. Syarat lain dari sisi sosialisasi tentang keberadaan songket Sumsel, baik melalui pelatihan maupun pembinaan kepada para perajin songket dan lainnya. “Sumsel memenuhi semua persyaratan itu. Di Sumsel bahkan ada tenun songket yang berusia 200 tahun. Masyarakat bahkan sudah menjadikan kain tenun songket ini sebagai kain yang umum dipakai,” tutur Farhat.

MORE >>>>

%d bloggers like this: