Membusuk di Kebun Karet


Pelajar, Diduga Dibunuh

Membusuk di Kebun Karet
Diduga dibunuh: Sosok mayat yang ditemukan pemilik kebun aret, kemarin sudah membusuk. Dari pakaian dikenakan, diduga kuat merupakan pelajar di Kota Prabumulih

________________________________________

PRABUMULIHSesosok mayat berjenis kelamin wanita yang diduga kuat pelajar di Kota Prabumulih, kemarin (20/9) sekitar pukul 10.00 WIB, ditemukan membusuk di sebuah kebun karet milik warga. Korban diduga dibunuh. Saat ditemukan tubuh korban tertelungkup, sebagian wajah tidak bisa dikenali lagi karena sudah menjadi tengkorak dan korban masih mengenakan rok seragam dan sepatu sekolah. Kejadian ini sontak membuat warga Simpang Pinang, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, heboh.

Penemuan mayat ini pertama kali diketahui Oleh Dul Hadi (55) warga RT 2/1, Simpang Pinang, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, saat hendak membersihkan lahan karet, dia melihat mayat korban yang sudah membusuk. Dul kemudian langsung memanggil istrinya dan melaporkannya kepada ketua RT setempat. “Ruponyo itu mayat manusio langsung bae aku lari kareno takut,” ungkap Dul kepada polisi. (MORE….)

Residivis Tembak Polisi


Diduga Dendam

Residivis Tembak Polisi

PRABUMULIHSeorang anggota Polres Prabumulih bernama Brigadir Bobi Pasaribu, Kamis (18/9) malam, sekitar pukul 22.00 WIB jadi korban penembakan yang dilakukan residivis kasus narkoba berinisial A. Hingga kini polisi mesih menyelidiki motif penembakan tersebut.

Dugaan sementara, penembakan tersebut lantaran dendam. Sebelumnya korban merupakan anggota Reserse Satnarkoba Polres Prabumulih. Insiden tersebut terjadi di depan kediaman korban Jl Tangkuban Perahu, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur.

Informasi yang dihimpun Jumat (19/9), penembakan yang dialami korban yang saat itu bertugas di Bagian Perencanaan (Bagren) Polres Prabumulih itu, berawal saat korban hendak pulang ke rumahnya dengan menunggangi sepeda motor. Tanpa disadarinya, pelaku yang tidak dikenal mengiringi korban dari belakang dengan mengendari sepeda motor merek Suzuki Satria FU tanpa pelat nomor. (MORE….)

Asap Telan Korban di Sungai Musi


Speed Tabrak Pohon, 1 Tewas Belasan Luka

Asap Telan Korban di Sungai Musi
Evakuasi: Kondisi bagian depan speedboat Rezeki mengalami kerusakan saat dievakuasi, kemarin (atas). Tampak (bawah) korban dirawat di RS Dr AK Gani.

________________________________________

PALEMBANGPekatnya kabut asap belakangan benar-benar berdampak pada jalur transportasi air. Kemarin (18/9), sekitar pukul 07.00 WIB, speedboat Rezeki 200 PK mengalami kecelakaan tunggal, menabrak pohon di perairan Sungai Musi. Tepatnya di Desa Bintara, Dusun Awitan, Jalur 8, Kecamatan Air Saleh, Kabupaten Banyuasin.

Seorang penumpag dari speedboat bermuatan 40 orang plus atu serang (nakhoda) itu, meninggal dunia. Dia bernama Azima (60), warga Jalur 29, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sedangkan 16 penumpang lain menderita luka-luka, dan menjalan perawatan intensif di RS AK Gani, Palembang. Masing-masing 12 orang luka ringan dan empat luka berat. Kemudian, lima penumpang selamat lain dievakuasi ke Puskesmas Air Sugihan. Salah satunya, anggota Polsek Air Sugihan Brigadir Ovionto. Sedangkan, penumpang lain langsung kembali ke jalur 29, OKI. (MORE….)

Kerajaan-Kerajaan di Maluku


Kerajaan-Kerajaan di Maluku Oleh: Burhanuddin

Sungguh tak disangka Guheba menawarkan bantuan kepada Jafar Sadek untuk membawanya terkbang ke kahyangan.

_______________________________

Hatta, pada zaman dahulu, seorang Arab yang bernama Jafar Sadek atau Jafar Noh berlabih di Ternate. Dan tak lama setelah itu, ia pun pergi ke sebuah bukit yang bernama Jore-Jore dan membangun rumah dengan memanfaatkan pepohonan yang tubuh subur di tempat itu.

Hingga pada suatu petang, ketika Jafar Sadek pergi untuk mandi di Danau Ake Sentosa yang terletak di kaki Bukit Jare-Jare, sebelum sempat ia membuka pakaian, tiba-tiba secara tak sengaja bola matanya melihat ada tujuh bidadari yang tengah mandi di danau itu.

Dari balik rimbunnya semak dan pepohonan, Jafar Sadek pun mencuri salah satu dari ketujuh sayap milik bidadari tersebut. tak lama kemudian, ia pun pergi untuk menyembunyikan sayap curiannya itu.

Setelah puas bersimbah, ketujuh bidadari itu pun segera menepi ke pinggir danau. Tetapi apa hendak dikata, Nur Sifa bungsu dari tujuh bidadari itu tidak bisa menemukan sayapnya. (MORE…)

Rekonstruksi Pembunuhan Nyaris Ricuh


Sakit Hati, Tersangka Bunuh Korban

Rekonstruksi Pembunuhan Nyaris Ricuh
Rekonstruksi: Tersaangka Rendi memperagakan adegan pembunuhan terhadap korban Hj Maryam, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian yang dilaksanakan di kediaman korban, kemarin.

________________________________________

PALEMBANGRekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Hj Maryam dan pembantunya Masnun pada Sabtu (23/8) lalu, kemarin (16/9) digelar. Dalam rekon tersebut, polisi menghadirkan tersangka Rendi Oktariza (29), selaku pelaku tunggal.

Setidaknya, ada 43 adegan dalam rekonstruksi yang dilaksanakan di tempat kejadian perkara (TKP), di rumah korban Jl RW Monginsidi, RT 01/01, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 210 personel kepolisian dari Satuan Shabara dan Satreskrim Polresta Palembang dibantu Polsekta Kalidoni dan IT I diterjunkan. (MORE…)

%d bloggers like this: