Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Situs Bersejarah di Sumsel


Banyak Hancur, Butuh Perlindungan

Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Situs Bersejarah di Sumsel Minimnya perhatian pemerintah terhadap situs-situs bersejarah membuat cagar budaya di Kota Palembang banyak hilang. Bahkan, ada yangg dialihfungsikan. Seperti apa?

* * * * * * * * * * * * * * *

Palembang merupakan kota sejarah. Konon, wilayah yang dibelah Sungai Musi ini berdiri kerajaan besar bernama Sriwijaya pada abad VII samapi XII. Tak tanggung-tanggung, kekuasaannya hingga ke India dan Madagastar.

Tak heran jika di kota ini banyak ditemukan situs-situs bersejarah. Seperti, Ki Gede Ing Suro, Keraton Kuto Gawang, Candi Walang, Sabokingking, Kawah Tengkurep, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Kembang Purun, Kembang Unglen, Candi Angsoko, Lemabang, Talang Tuo, Tanjung Rawa, dan lainnya.

Sayangnya, dari beberapa situs tersebut saat ini telah dialihfungsikan menjadi perumahan dan perusahaan. Misalnya saja situs Kambang Purun menjadi perumahan, Kambang Unglen jadi perumahan, Talang Tuo jadi kebun kelapa sawit, Candi Angsoko menjadi ruko dan sarang walet. Kemudian Talang Rawa menjadi jadi perumahan dan Keraton Kuto Gawang menjadi Pusri. Sedangkan situs Lemabang saat ini lahannya telah dimiliki oleh JM Group.

Terakhir pemerintah berencana mengalihfungsikan Museum Tekstil peninggalan kolonial Belanda. Gedung itu dibangun pada 1883 silam, yang akan disulap menjadi hotel enam lantai untuk penginapan para tamu SEA Games yang diselenggarakan di Palembang pada 2011 lalu.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 95 menjelaskan bahwa pemerintah daerah mempunyai tugas melakukan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya dan menjaga keaslian struktur bangunan cagar budaya agar bisa dikenali oleh generasi berikutnya. (MORE…)

Wawako Cek Fasilitas Wisata Pulau Kemaro


Wawako Cek Fasilitas Wisata Pulau Kemaro
Tinjau:
Wakil Wali kota Palembang, H Harnojoyo, saat melihat dari dekat progres fasilitas wisata di Pulau Kemaro

– Sediakan Dermaga hingga Bungalo

– Jadi Wisata Baru Tepian Sungai Musi

________________________________________,/p>

PALEMBANG
Proyek pembangunan tempat wisata baru Metropolis di kawasa Pulau Kemaro terus berlangsung. akhir tahun ini, beberapa fasilitas kelar dibangun. Untuk memastikan itu, Wakil Wali kota (Wawako) Palembang, H Harnojoyo, bersama jajaran meakukan peninjauan ke sana, kemarin (22/10).

Fasilitas yang dibangun, ada dermaga senilai Rp 1,98 miliar yang fisiknya sudah kelar 90 persen. Begitu menginjakan kakinya di sana, Wawako berserta rombongan disambut Camat Ilir Timur (IT) II dan Camat Kalidoni. “Pembangunan beberapa fasilitas di sini dilakukan gotong royong, hampir semua dinas terlibat,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga (PUBM) dan PSDA Palembang, Darma Bhudi. (MORE….)

Aniaya Istri 12 Bacokan


Aniaya Istri 12 Bacokan

BATURAJAPengunjung Pasar Atas, Baturaja, Kabupaten OKU, Rabu (22/10) pagi geger dengan ulah pedagang pecah belah, Deni Aktafian (35) yang menganiaya istrinya, Fajariani (28). Tidak tanggung-tanggung, Fajariani menderita 12 bacokan hingga sekarat bersimbah darah. Terluka bacokan di bagian kepala dan tangan.

Belum diketahui motif dari kejadian itu, sebab tersangka Deni sendiri terlihat shock kemudian sempat tidak sadarkan diri. “Saat kami tiba di TKP, pelaku sedang memeluk istrinya yang sudah bersimbah darah. Serta alat bukti berupa sebilah parang berad tidak jauh dari keduanya,” kata Kapolsek Baturaja Timur, AKP Sumaryono SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Indra Wilis. (MORE….)

Aktivitas Eks Karyawan Transmusi Pascadianggap Mengundurkan diri


Urus Burung di Rumah hingga Jadi Kuli Bangunan

Aktivitas Eks Karyawan Transmusi Pascadianggap Mengundurkan diri
Mediasi: Suasana mediasi eks karyawan Transmusi dengan PT SP2J oleh Kadisnaker Palembang, Ir Gunawan, kemarin

________________________________________

Sebanyak 411 eks karyawan Transmusi mengikuti upaya mediasi dengan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) dengan bantuan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang. Keinginan mereka tidak banyak, bisa diperkerjakan kembali atau pesangon mereka dibayar.

================================

Khoirunnisak – Palembang

================================

tidak seluruh karyawan yang dianggap mengundurkan diri mendatangi kantor Disnaker Palembang untuk mengikuti mediasi tersebut. Mereka mewakilkan aspirasinya kepada sekitar 25 orang teman-temannya. Dengan segudang harapan, para eks karyawan Transmusi ini sudah datang sejak pukul 08.30 WIB. (MORE….)

319,2 Ha Kawasan Konservasi Terbakar


319,2 Ha Kawasan Konservasi Terbakar
Pesawat Cassa 212 bantuan BNPN untuk melakukan hujan buatan di Sumsel telah tiba di Palembang, kemarin. Tampak Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto (kiri), melihat dari dekat pesawat tersebut

– Sudah 250,02 Ha Dipadamkan
– Hari Ini, Cassa 212 Mulai Semai Awan

_________________________________________

PALEMBANGBrigade pengendalian kebakaran hutan Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, termasuk salah satu instansi yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan lewat jalur darat, hingga 19 Oktober lalu, sudah 250,02 hektare (Ha) kebakaran di kawasan konservasi berhasil dipadamkan. Kepala BKSDA, Nunu Anugrah SHut MSc menjelaskan, ada delapan kawasan konservasi di Sumsel. (MORE….)

%d bloggers like this: